Nikita Mirzani dalam sidang kasus pemerasan dan TPPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 11 September 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Baca 10 detik
- Nikita Mirzani menangis di sidang karena rindu anak dan ultah Azka.
- Nikita pasrah tuntutan jaksa (9/10/2025), merasa kasusnya diatur dan cepat.
- Nikita kritik proses hukumnya janggal, terlalu cepat. Akan ikuti "permainan" JPU.
Nikita menilai sejak awal penahanannya, kasus yang menjeratnya sudah diatur sedemikian rupa.
Ia juga membandingkan proses hukum yang dialaminya dengan laporan polisi pada umumnya.
Menurutnya, biasanya butuh waktu tujuh hingga delapan bulan dari laporan hingga penetapan tersangka.
Namun, dalam kasusnya, proses tersebut berlangsung sangat cepat.
Kendati janggal, Nikita menegaskan akan tetap mengikuti jalannya proses hukum.
“Enggak apa-apa, kita ikutin aja permainannya JPU kayak gimana,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida