SuaraBali.id - Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Bali mulai dimasukkan ke sejumlah Koperasi Desa Merah Putih
Hal ini dilakukan Bulog untuk pasokan beras medium.
“Ada enam koperasi yang sudah kita salurkan mulai bulan kemarin (Juni) walau memang peresmiannya baru sekarang,” kata Manager Administrasi dan Keuangan Bulog Bali Anwar Bagus Budi Karsono, Selasa (22/7/2025).
Menurutnya selain beras SPHP, mereka juga menyalurkan minyak dan gula yang bisa dijual dengan harga lebih rendah dari pasar di koperasi desa.
Selama sebulan, BUMN pangan ini melihat penjualan beras di Koperasi Desa Merah Putih tinggi, bahkan di Desa Gadungan, Tabanan, sudah mencapai satu ton beras.
Adapun koperasi desa yang sudah kerja sama dengan Bulog tersebar di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan yaitu di Desa Tegal Arum, Bongkasa, Kutuh, Ulian, Gadungan, dan Nusa Sari.
Selain Desa Ulian yang sudah menghabiskan satu ton beras, Desa Tegal Arum, Bongkasa, Kutuh, dan Nusa Sari sudah mulai menyentuh 500 kg, sementara Desa Ulian baru habis 250 kg.
“Progresnya lumayan besar, kemarin kami di wilayah Desa Gadungan,menyalurkan beberapa minggu itu sudah habis, beras SPHP satu dua hari habis, langsung minta tambahan terus,” ujarnya.
Bulog Bali melihat beras SPHP menjadi idola di Koperasi Desa Merah Putih karena harganya yang miring, dimana Bulog menjual kepada koperasi Rp11.000 per kilogram dan koperasi menjual tak sampai menyentuh HET (Harga Eceran Tertinggi) pasaran yang sebesar Rp12.500.
Baca Juga: Harga Beras Naik Masyarakat Diminta Tak Panik, Disperindag NTB : Hanya Seribu
“Dari Bulog menjual di gudang Rp11.000, rata-rata koperasi tidak sampai HET jualnya makanya lebih laku. Mereka tidak apa untung sedikit yang penting laku sedangkan kalau jual HET lama laku, kemarin kami cek ada yang jual Rp11.800 jadi perputaran uangnya lebih cepat,” ujar Anwar Bagus.
Selain enam desa tadi, Bulog Bali mencatat sejumlah desa menjadwalkan pembelian, namun tidak semua koperasi mencari beras karena akan disesuaikan dengan kekhasan masing-masing desa dalam mengelola koperasinya.
“Seluruh koperasi desa di kabupaten/kota sudah ada yang mengajukan tapi masih proses menunggu dokumen pendukung, tapi setiap koperasi punya izin masing-masing, ada yang mungkin dengan sembako, ada yang lakunya dengan gas dan pupuk, jadi kami akan bantu yang kebutuhannya sembako,” ujarnya.
Adapun skema Bulog dalam menyalurkan beras SPHP adalah maksimal dua ton sekali pengambilan, dimana koperasi desa diizinkan melakukan pengambilan kapan pun saat stok mereka mulai habis.
“Untuk koperasi kami berikan 2 ton dengan kemasan masing-masing 5 kg, misalnya mengambil satu bulan beberapa kali atau satu minggu sekali bisa sesuai dengan kemampuan dia jual berapa,” kata Anwar Bagus. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri