SuaraBali.id - Kehilangan dana sebesar Rp1,8 miliar dari rekening milik PT Varash Saddan Nusantara (PT VSN) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi sorotan publik setelah kisahnya diunggah melalui kanal YouTube. Menanggapi hal ini, pihak BRI menyampaikan klarifikasi resmi atas kasus yang disebut-sebut menimpa nasabah korporatnya tersebut.
Pihak BRI mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan investigasi menyeluruh terhadap laporan pengaduan dari PT VSN. Hasil investigasi menunjukkan bahwa PT VSN menjadi korban kejahatan siber, di mana pelaku berhasil menyusup ke dalam sistem server internal milik PT VSN. Melalui akses tersebut, pelaku kemudian melakukan sejumlah transaksi keuangan.
Transaksi-transaksi yang dipermasalahkan oleh PT VSN diketahui merupakan transaksi transfer antar rekening BRI (intrabank). BRI menegaskan bahwa transaksi tersebut dilakukan secara sah, karena menggunakan user ID dan password resmi milik nasabah. Selain itu, aktivitas transaksi juga tercatat dilakukan melalui alamat IP publik yang terdaftar sebagai milik PT VSN, bukan berasal dari luar sistem mereka.
“Bank tentu berempati atas kejadian ini. Namun, perlu kami sampaikan bahwa penggantian kerugian kepada nasabah hanya dapat dilakukan apabila terbukti bahwa kerugian tersebut terjadi akibat kesalahan atau kelalaian dari sistem perbankan BRI,” jelas Meirino Dwi Handoyo, Pemimpin Kantor Cabang BRI Denpasar Gatot Subroto.
Dalam kasus ini, BRI menegaskan tidak ditemukan adanya indikasi pelanggaran pada sistem keamanan perbankan milik BRI. Oleh karena itu, tanggung jawab sepenuhnya tidak dapat dibebankan kepada pihak bank.
Sebagai tindak lanjut, BRI juga telah menemui pihak PT VSN secara langsung untuk menyampaikan hasil investigasi dan memberikan penjelasan secara terbuka. Pihak bank menyatakan terbuka untuk terus bekerja sama dengan otoritas terkait apabila diperlukan investigasi lanjutan dari sisi hukum atau siber.
Seiring dengan meningkatnya kasus kejahatan digital yang menyasar sektor perbankan, BRI mengimbau seluruh nasabah, baik individu maupun korporasi, untuk lebih waspada dalam menjaga keamanan data perbankan mereka. Data-data penting seperti username, password, PIN, secret key, hingga ID transaksi harus dijaga kerahasiaannya dan tidak diberikan kepada pihak lain dalam kondisi apa pun.
“Modus penipuan digital saat ini semakin beragam. Karena itu, keamanan data bukan hanya tanggung jawab bank, tetapi juga para nasabah agar tidak menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan,” tambah Meirino.
BRI menegaskan komitmennya dalam menjaga sistem keamanan perbankan dan mendorong nasabah untuk menerapkan standar keamanan digital secara disiplin demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang. ***
Baca Juga: QLola by BRI Bukukan FBI Rp167,1 Miliar hingga Juni 2025
Berita Terkait
-
QLola by BRI Bukukan FBI Rp167,1 Miliar hingga Juni 2025
-
PMI Kini Bisa Kelola Tabungan Lewat BRI Taipei Branch Tanpa Pulang ke Indonesia
-
BRI Wujudkan Bangsa Makin Berdaulat, Sejahtera dan Maju lewat 8 Kontribusi Nyata
-
Saatnya Wujudkan Kepemilikan Rumah dan Kendaraan melalui BRI Consumer Expo 2025
-
Gulalibooks Perluas Jangkauan Pasar dengan Memberdayakan Masyarakat
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi