SuaraBali.id - Berkat budidaya pisang Cavendish dan Pepaya California, seorang petani di Ubud, Gianyar bernama Gusti Ketut Ruma kini tak perlu pusing lagi memikirkan biaya upakara keagamaan dan juga biaya rumah tangga.
Ada tambahan penghasilan yang menjanjikan dari budidaya buah ini di lahan miliknya di di Jalan Padang Getas Banjar Kengetan, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud.
Menurutnya, Pepaya California dan pisang Cavendish merupakan komoditas buah tropis yang sangat populer di dunia.
"Di Indonesia, pepaya dan pisang ini lebih dikenal dengan sebutan pisang Ambon Putih. Pisang Cavendish banyak dikembangbiakkan menggunakan metode kultur jaringan," ujarnya sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
Menurutnya saat proses tanam hingga panen membutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun.
"Di lahan ini, kami terdapat 10 pohon pisang, yang dapat di panen setiap bulannya," jelas dia.
Hasil panen ini juga membantu perekonomian rumah tangga.
"Di mana hasil panen kami gunakan untuk keperluan yadnya (upacara agama dan adat) dan untuk konsumsi keluarga," terangnya.
Baca Juga: Polda Bali Kerahkan 350 Personel Amankan Perayaan Tahun Baru Imlek di Bali
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar di Tengah Fluktuasi Pasar
-
Letusan Berkali-kali Gunung Lewotobi Laki-Laki, Warga Diminta Waspada Bahaya Ini
-
BUMN dan Himbara Bahas Stabilitas Pasar, BRI Tekankan Pentingnya Fundamental Kuat
-
Mau Mendaki Gunung Rinjani? Wajib Tahu 5 Aturan Baru Ini
-
Korupsi Sarung dan Mukena, Legislator Lombok Barat Dituntut 2 Tahun Penjara