SuaraBali.id - Imigrasi bergerak melakukan sidak untuk memantau adanya aktivitas ilegal WNA di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (8/1/2025) lalu. Sidak tersebut adalah buntut dari aduan sopir pariwisata di Bali yang menyaksikan banyaknya WNA yang merenggut pekerjaan mereka sebagai sopir dan pemandu wisata.
Area sidak awalnya difokuskan pada area penjemputan di terminal kedatangan internasional.
“Imigrasi Ngurah Rai telah ditugaskan untuk melakukan pengecekan lapangan di area penjemputan kedatangan internasional,” ujar Plt. Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Anak Agung Bagus Narayana pada Jumat (10/1/2025).
Saat itu, petugas berhasil menemukan seorang WNA yang melakukan gerak-gerik mencurigakan. Petugas melihat orang tersebut menyambut kedatangan WNA dan mengarahkan tamu ke mobil yang telah dia siapkan.
“Terlihat menyambut kedatangan rombongan orang asing lainnya dan mengarahkan ke mobil yang telah disiapkan,” tutur Narayana.
Petugas kemudian menangkap basah WNA yang diketahui berinisial VV itu. Dia kemudian dimintai keterangan oleh petugas dan digiring ke Kantor Imigrasi Ngurah Rai. VV diduga telah menyalahi izin tinggalnya di Indonesia.
Setelah mengamankan VV, petugas mencoba menyisir ke area yang lebih luas, namun tidak menemukan lagi WNA yang mencurigakan.
“Pengawasan dilanjutkan dengan menyisir area yang lebih luas di sekitar area kedatangan namun tidak ditemukan orang asing yang mencurigakan,” pungkas Narayana.
Sebelumnya, seorang sopir pariwisata di Bali menyampaikan keluhannya tersebut kepada DPRD Provinsi Bali. Sopir bernama Wayan Widiasa itu mencolek Imigrasi yang dinilainya tidak mengawasi adanya praktik ilegal tersebut.
Baca Juga: Ditetapkan Gubernur Terpilih, Koster Tegaskan Pungutan Wisman Tak Akan Naik
“Imigrasi ke mana saja dan apa saja tugas beliau? (Saya melihat) Tamu jemput tamu. Jeruk makan jeruk lo pak saya sampai kaget,” ujar Widiasa, Senin (6/1/2025) lalu.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG