SuaraBali.id - Viral di media sosial bangkai seekor paus ditemukan terdampar di Pantai Legian, Desa Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali pun segera mengerahkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi kejadian.
Steven dari Westerlaken Foundation menyebutkan bahwa paus yang terdampar tersebut belum dapat diidentifikasi jenis, berat badan, maupun jenis kelaminnya.
Namun diperkirakan paus tersebut memiliki panjang sekitar 7 meter dan lebar 2 meter. Sayangnya, saat ditemukan, kondisi paus sudah membusuk, diduga sudah mati 3 hingga 4 hari sebelumnya akibat terdampar dan terjerat jaring.
Saat tim BKSDA datang, bangkai paus tersebut sudah dikubur oleh masyarakat setempat, bersama pihak Desa Legian dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Badung.
Hal ini membuat proses nekropsi atau pengambilan sampel untuk mengetahui jenis dan penyebab kematian paus menjadi tidak dapat dilakukan.
Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, dalam keterangannya, memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat setempat, pihak Desa Legian, dan DLHK Kabupaten Badung atas kerjasama yang solid dalam menanggulangi peristiwa ini.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam evakuasi dan penanganan bangkai paus. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut demi menjaga ekosistem laut Bali dan mendukung pariwisata yang sehat dan lestari," ujar Ratna. (ANTARA)
Baca Juga: TC di Bali, Timnas Indonesia Incar Uji Coba Lawan Bali United Besok
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas