SuaraBali.id - Atlet-atlet yang mengharumkan nama Indonesia pada ajang olahraga empat tahunan Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024 kembali diganjar bonus dari berbagai pihak. Kini, para peraih medali pada ajang tersebut juga akan diganjar tiket pesawat gratis.
Bahkan, peraih medali emas pada ajang tersebut memperoleh tiket pesawat maskapai AirAsia gratis untuk seumur hidup.
Dalam Olimpiade Paris, ada dua atlet yang sukses menyabet emas yakni Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah. Sementara pada Paralimpiade Paris, ada pasangan ganda campuran Leani Ratri Oktila dan Hikmat Ramdani yang menyumbang emas semata wayang untuk Indonesia.
Salah satu yang memperoleh penghargaan tersebut, Veddriq Leonardo menyebut jika dengan menjadi atlet juga bisa memberikan harapan dalam memperoleh pencapaian seperti yang dia terima saat ini. Selain ini, atlet panjat cepat itu juga telah menerima banyak penghargaan dari berbagai pihak.
“Ini memang memberikan suatu harapan bahwa ternyata menjadi atlet bisa memberikan suatu yang luar biasa gitu untuk atlet itu sendiri,” ujar Veddriq saat ditemui di Jimbaran, Kamis (19/9/2024).
Pria 27 tahun itu juga memberi pesan kepada atlet-atlet muda yang mungkin bermimpi mengulang prestasinya di masa depan. Dia mengingatkan jika persaingan akan semakin ketat dan perjuangan harus dilakukan dengan lebih keras lagi.
Dengan tiket yang dimilikinya sekarang, Veddriq mengaku ingin mencoba untuk mengunjungi banyak tempat baru seperti Korea Selatan dan Jepang.
“Belum ada gambaran tapi kalau punya kesempatan dan waktu pengennya di Asia dulu, mungkin Korea dan di Jepang,” imbuh dia.
Karisma Evi Tiarani yang juga sukses menyabet perak pada cabang sprint 100 meter T63 Paralimpiade Paris juga mengungkapkan hal serupa. Dia juga mengapresiasi dukungan yang sama diberikan kepada atlet disabilitas yang menurutnya belum banyak dikenal publik.
Baca Juga: Dari Bali ke Paris: Perjuangan Rio Waida Ukir Sejarah di Olimpiade Selancar 2024
“Dengan dukungan ini bisa memberi motivasi dan menambah semangat pada atlet-atlet yang lain terutama atlet-atlet disabilitas yang mungkin belum terlalu banyak orang yang kenal,” ujar Evi pada kesempatan yang sama.
Total ada 17 atlet Indonesia yang memperoleh medali dan menerima bonus ini. Para peraih medali emas akan memperoleh tiket gratis seumur hidup. Sementara peraih medali perak dan perunggu mendapat tiket gratis untuk durasi tiga dan satu tahun. Selain atlet Indonesia, bonus tersebut juga diberikan kepada peraih medali dari negara-negara ASEAN.
CEO Capital A induk perusahaan AirAsia, Tony Fernandes mengungkapkan atlet ASEAN yang mampu berbicara pada ajang dunia seperti Olimpiade dan Paralimpiade adalah pencapaian yang luar biasa.
“Menjadi juara olimpiade adalah hal yang sangat jarang untuk terutama si ASEAN. Jadi menjadi juara olimpiade dari ASEAN adalah hal yang luar biasa,” ujarnya.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Dari Bali ke Paris: Perjuangan Rio Waida Ukir Sejarah di Olimpiade Selancar 2024
-
Puluhan Atlet Taekwondo Asal TTS Masuk RS Gara-gara Keracunan Ikan Tongkol
-
Tim Judo Bali Dominasi Perolehan Medali Emas Dan Perak, Ini Nama Pemenangnya
-
Jadi Juara Dunia, Desak Made Rita Amankan Tiket Olimpiade 2024 di Paris
-
Breaking News, Atlet Panjat Tebing Asal Bali Jadi Juara Dunia Speed Putri
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?