Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Selasa, 23 Juli 2024 | 16:48 WIB
Ilustrasi kekeringan, dampak El Nino di Indonesia. (Pexels)

Lebih lanjut dia menyampaikan alasan bantuan pemerintah pusat kurang terserap karena proses pengadaan distribusinya agak telat, sehingga petani yang seharusnya menanam padi sudah terlanjur menanam jagung.

Pemerintah NTB tidak menyalurkan bantuan pompa kepada para petani yang menanam jagung karena pompa itu hanya untuk padi.

"Kalau ada yang belum terdistribusi untuk musim tanam ketiga, ada sumber air, mereka mau tanam padi, maka kami distribusikan kembali pompa tersebut," pungkas Taufieq.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Juli dan Agustus 2024.

Baca Juga: Tradisi Ngusaba Bukakak di Bali, Perpaduan 3 Sekte dalam Satu Upacara

Angin dominan dari arah timur hingga tenggara membawa massa udara kering dan dingin dari daratan Australia ke Indonesia sehingga kurang mendukung proses pertumbuhan awan. (ANTARA)

Load More