SuaraBali.id - Seorang ayah di Denpasar, Bali, tega menjerumuskan dua anak di bawah umur untuk menjadi kurir sabu. ZA (41), ayah kandung MR, tega menyuruh anaknya dan temannya, MF, mengambil dan mengedarkan paket sabu seberat 107,44 gram bruto.
Aksi bejat ZA terungkap pada Jumat (5/7) ketika Tim Pemberantasan BNNP Bali mengamankan MR dan MF yang membawa bungkusan cokelat berisi sabu. Terbongkarnya kasus ini berawal dari kecurigaan petugas terhadap dua remaja yang membawa bungkusan cokelat tersebut.
"Pada saat diperiksa oleh petugas dan disaksikan oleh saki-saksi, bungkusan cokelat tersebut berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu yang memiliki berat 107,44 gram bruto atau 106,6 gram netto," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali Komisaris Besar Polisi I Made Sinar Subawa di Denpasar, Rabu (1/7/2024).
Kepada petugas, MR dan MF mengaku disuruh ZA mengambil bungkusan cokelat tersebut dengan imbalan Rp200.000, tanpa mengetahui isi di dalamnya. ZA tega memanfaatkan anak kandung dan temannya demi mendapatkan uang dari hasil penjualan sabu.
Penangkapan ZA dilakukan di rumahnya di Jalan Kebo Iwa, Gang III, Desa/Kelurahan Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, pada malam harinya. ZA mengakui perbuatannya dan mengaku tidak memberitahu MR dan MF bahwa bungkusan yang mereka ambil berisi sabu.
Kasus ini menjadi ironis, di mana seorang ayah seharusnya melindungi anaknya, namun ZA justru menjerumuskan mereka ke dalam dunia kelam narkoba.
Akibat perbuatannya, ZA dijerat Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
-
El Nino Menggila hingga 2027, Daerah Mana saja di NTB Bakal Segera Disiram Hujan?
-
Selaras dengan Asta Cita, BRI Perkuat Pembiayaan Produktif dan Inklusi Keuangan
-
Blak-blakan Menteri Bahlil Soal Penyebab Antrean BBM di Bali dan Solusi Kilatnya
-
Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat