SuaraBali.id - Menjelang pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan digelar pada tanggal 18 hingga 25 Mei 2024 di Bali, pemeriksaan di pintu masuk Bali, khususnya di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali pun ditingkatkan.
Dalam operasi Puri Agung untuk pengamanan WWF tersebut, jajaran kepolisian Polres Jembrana memperketat pemeriksaan kendaraan, barang, maupun orang yang akan masuk ke Bali.
Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan WWF berjalan aman dan lancar.
"Untuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang masuk, kami menyiagakan 16 personel di pos 2 pintu masuk Bali, Polres Jembrana," ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol I Komang Muliyadi, Rabu (15/05/2024).
Adapun selama pemeriksaan, polisi belum menemukan barang yang berbahaya. Pemeriksaan menyasar barang bawaan baik di bagasi kendaraan maupun barang pribadi untuk memastikan keamanan pelaksanaan kegiatan dunia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali