SuaraBali.id - Ratusan warga yang tergabung dalam organisasi Blok Pujut melakukan aksi damai di depan Polres Lombok Tengah untuk meminta aparat segera mengungkap pelaku dalam kasus penemuan mayat wanita di dalam kos Pujut yang terjadi pada Maret 2024.
Warga menduga korban dibunuh atau bukan bunuh diri maupun gantung diri, sehingga pihaknya berharap bisa mendapatkan keadilan dan pelaku bisa segera ditangkap.
"Kami datang untuk meminta keadilan," kata salah satu masa aksi dalam orasi.
Menanggapi hal ini, Kapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) AKBP Iwan Hidayat menegaskan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan penyidik tetap bekerja.
Baca Juga: Remaja di Lombok Tengah Gelar Taruhan Balap Lari Liar, Pengguna Jalan Resah
"Tidak benar kasus tersebut sudah SP3 atau dihentikan," kata AKBP Iwan Hidayat, Sabtu (20/4/2024).
Menurutnya Polres Lombok Tengah tidak pernah menghentikan kasus tersebut.
Iwan menyampaikan pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam dan upaya maksimal termasuk mencari keberadaan alat-alat bukti yang sempat viral, pihaknya saat sedang mengusahakan untuk menemukan.
"Sekali lagi saya menegaskan tidak benar bahwa penyidik Satreskrim menghentikan kasus tersebut, kalau ada bukti - bukti baru yang kita peroleh nanti kita akan sampaikan," katanya.
Ia mengatakan salah satu upaya mengungkap kasus tersebut pihaknya saat ini masih menunggu hasil digital forensik jadi membutuhkan waktu cukup lama.
Baca Juga: 14 Hari Razia di Lombok Tengah, Kendaraan Dengan Ciri Ini Jadi Sasaran
"Jadi korban bunuh diri itu berdasarkan hasil autopsi dari dokter forensik, tetapi itu tidak menutup kemungkinan berkembang, jadi kami tidak pernah menghentikan kasus ini di hasil autopsi," katanya.
Iwan menyebut anggotanya masih bekerja dan mohon doa agar kasus ini dapat terungkap.
"Kejadian penemuan mayat tersebut belum final, mudah-mudahan dalam waktu dekat hasil digital forensiknya dapat kita bisa ungkap kasus penemuan mayat tersebut, Mohon doanya," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Tim Kuasa Hukum Juwita Minta Penyidik Lakukan Tes DNA Guna Mengetahui Sperma di Rahim Jenazah
-
Kronologi Pemerkosaan Jurnalis Juwita Sebelum Dibunuh, Terduga Pelaku Anggota TNI AL
-
Daihatsu Xenia Jadi Barang Bukti Pembunuhan Wartawan di Banjarbaru
-
Femisida Intim di Balik Pembunuhan Jurnalis Juwita oleh Anggota TNI AL
-
Pembunuhan Jurnalis Juwita: Denpom AL Balikpapan Bergerak Cepat, Motif Pembunuhan Masih Misteri
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram
-
Obat Rindu di Balik Jeruji: Lapas Lombok Barat Sediakan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
-
Setelah Lebaran Harga Ayam dan Cabai di Bali Mulai Alami Penurunan
-
Pemudik dari Bali Jadi Korban Ledakan Petasan Balon Udara yang Diterbangkan Anak-anak