SuaraBali.id - Pungutan sebesar Rp 150 ribu bagi wisatawan mancanegara (Wisman) yang berlibur ke Bali rencananya akan diterapkan mulai Rabu (14/02/2024) nanti. Namun, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun menyebut pungutan tersebut sudah diuji coba sejak Rabu (07/02/2024) lalu.
Hasilnya, Pemayun mencatat sudah ada sekitar 9 ribu wisatawan mancanegara yang sudah membayar pungutan itu. Angka tersebut menjadikan sudah ada sekitar Rp1,4 miliar pemasukan dari penerapan aturan itu.
“Sebenarnya Perda ini kan kita uji coba dari tes operasionalnya tanggal 7 februari 2024 ini. Setelah kita buka, sampai sekarang sudah hampir 9 ribu (wisatawan mancanegara) sudah membayar,” ujar Pemayun saat ditemui dalam kegiatan launching pungutan wisatawan mancanegara di kawasan Sanur, Kota Denpasar, Senin (12/02/2024) malam.
Mekanisme pemungutan tarif itu memang sudah berjalan karena para wisman diminta untuk membayar pungutan itu saat di bandara saat hendak menuju Bali. Pembayaran itu dihimpun dalam aplikasi yang terhubung dengan rekening kas Pemerintah Provinsi Bali.
Pemayun juga sudah mengantisipasi andai terdapat kendala pembayaran di bandara asal sehingga wisman bisa lolos tanpa membayar sampai Bali. Dia mengaku sudah menggandeng pemandu wisata dan agen wisata untuk memastikan turis rombongannya sudah membayar.
Namun, Pemayun juga menyadari pungutan ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Maka, dia meyakini evaluasi akan perlu rutin dilakukan untuk menyempurnakan kebijakan ini.
“Kita sudah ada mekanismenya, semua pintu masuknya kita upayakan untuk mereka membayar. Misalnya ada (tour) guide, guide akan mendorong wisatawan itu menanyakan apa sudah membayar atau tidak,” tutur Pemayun.
“Kita berharap ini awal, kita akan evaluasi terus di mana kekurangan itu, sebulan sekali akan kita evaluasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Partha Adnyana merasa pihaknya sangat dilibatkan dalam penyempurnaan aturan ini. Adnyana sendiri memasang target pemasukan yang bisa diraup.
Baca Juga: Insiden Mengerikan! Turis Tiongkok Dikunci dan Dirudapaksa di Kamar Hotel oleh Pemandu Wisata Bali
Dia mengumpamakan jika ada 7 juta wisman yang membayar pungutan itu, maka pemasukan bisa mencapai Rp1 triliun. Adnyana menargetkan agar pada tahun ini bisa mencapai 60-70 persen dari angka tersebut.
“Kalau wisman 7 juta kali 10 dolar (Rp150 ribu) kurang lebih Rp1 triliun. Mudah-mudahan bisa tercapai paling tidak 60-70 persen,” ujarnya pada kesempatan yang sama.
Pungutan sebesar Rp150 ribu terhadap wisatawan mancanegara yang datang ke Bali baru akan diresmikan mulai Rabu (14/2/2024) pukul 00.00 WITA nanti.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo