Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Kamis, 01 Februari 2024 | 15:55 WIB
Tarian Sanghyang [Foto: Pusat Data Nasional Kekayaan Komunal Indonesia, Direktorat Jenderal Intelektual Kementrian Hukum dan HAM, Republik Indonesia]

Penari akan diposisikan duduk bersimpuh. Juru kidung yang terdiri dari koor perempuan melantunkan nyanyian-nyanyian suci serta mantra-mantra.

Setelah kidung dan mantra dilantunkan, penari roboh dan ditopang oleh seorang pengemong kelompok. Hal ini menandakan bahwa penari Sanghyang Dedari sudah mulai kehilangan kesadaran.

Inti pertunjukkan ditandai dengan penari yang mulai bangun menari-nari berkeliling dalam keadaan kesurupan.

Apabila sedang ada wabah penyakit atau marabahaya tertentu, penari akan diarak berkeliling desa dengan maksud mengusir roh jahat.

Baca Juga: Viral! Turis di Bali Masuk Jalan Tol Pakai Sepeda Motor Tanpa Helm

Pertunjukkan diakhiri dengan memercikkan air suci dan pembagian bunga dari para penari kepada warga masyarakat. Kedua hal tersebut dipercaya mempunyai kekuatan magis yang dapat melindungi warga desa.

Kontributor : Kanita

Load More