SuaraBali.id - Provinsi Bali terdiri dari 8 Kabupaten dan 1 Kota yaitu Kota Denpasar. Masing-masing kabupaten ini tentu memiliki pesona alam dan daya Tarik sendiri-sendiri.
Tak heran jika semua kabupaten di Bali menjadi tempat wisata yang menyenangkan. Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, tempat-tempat di Bali ini tentu memiliki cerita unik tersendiri.
Salah satu contohnya yaitu desa-desa yang ada di Bali. Iya, pernah mendengar tentang Desa Keramas?
Dari Namanya saja memang sudah terdengar unik, kira-kira bagaimana ya asal usul adanya desa ini, hingga diberi nama ‘Keramas’?
Desa Keramas ini berada di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Jarak desa ini dari Kota Denpasar sekitar 35 km, sementara dari Kabupaten Gianyar sekitar 3,5 km.
Dalam sebuah catatan, Raja Purana I Gusti Agung memberikan latar belakang berdirinya Desa Keramas ini.
Mulanya, desa ini bernama Karamas yang artinya Cahaya (Kara dan Mas). Cerita bermula dari I Gusti Agung Maruti berontak terhadap Dalem I Made Gelgel pada 1660 Masehi.
Dalem I Made kemudian mengungsi ke Guliang. Kemudian pada 1666 Masehi, Dalem I Made wafat di Guliang.
Satu tahun kemudian, putra Dalem I Made, I Dewa Agung Jambe memerintahkan paman beliau bernama I Gusti Jambe untuk merebut Kembali tahta Kerajaan Gelgel yang telah dipegang selama 27 tahun oleh I Gusti Agung Maruti.
Baca Juga: Bali United Latih 50 Guru Olahraga untuk Menumbuhkan Bakat Sepak Bola Muda
I Gusti Jambe kemudian berangkat dengan segenap pasukannya untuk bertempur. Perang tersebut mengakibatkan keduanya gugur pada medan perang di Cedokan Oga.
Putra I Gusti Agung Maruti, I Gusti Agung Putu Agung, I Gusti Agung Made Agung dan I Gusti Agung Ratih menyingkir ke Jimbaran.
Atas kekuatan perjuangan mereka dan atas Prakarsa I Gusti Agung Putu Agung sebagai saudara tertua menyebabkan I Gusti Agung Made Agung tinggal di Mengwi, sedangkan I Gusti Agung Putu Agung menyendiri dan bersemedi.
Suatu malam I Gusti Agung Putu Agung mencari tempat untuk bermeditasi, ia menemui tempat yang bercahaya keemasan. Tempat itu kini disebut Pura Masceti.
Di tempat itulah beliau mendapatkan ilham untuk menetap di utara sebelah tempat bercahaya. Akhirnya tempat tersebut diberi nama Karamas dan sekarang disebut Desa Keramas.
Kontributor: Kanita Auliyana Lestari
Berita Terkait
-
Gibran Bicara Soal Overtourism di Bali: Masih Banyak Potensi Pariwisata untuk Dikembangkan
-
Cak Imin Berjanji Hentikan Food Estate Jika Menang Pilpres: Hanya Menguntungkan Perusahaan dan Merusak Hutan
-
Cak Imin Minta Jokowi Cuti jika Ikut Kampanye: Tolong Belajar dari Pak SBY
-
Bali United Latih 50 Guru Olahraga untuk Menumbuhkan Bakat Sepak Bola Muda
-
Pelaku Pariwisata Bali Minta Penggunaan Uang Pungutan Wisman Dibuka
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo