SuaraBali.id - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menggelar rapat teknis, Minggu (19/11/2023) untuk persiapan upacara sakral Menek Kelih, Pawintenan Saraswati, Sapuh Leger, dan Metatah Massal.
Rencananya upacara ini akan diselenggarakan di Pura Lokananta Denpasar pada tanggal 25 November 2023. Sampai saat ini, ada 416 orang telah mendaftar dan menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya.
"Para peserta diharapkan mengenakan busana sembahyang berupa pakaian putih kuning madya, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Segala hal teknis terkait acara dapat disampaikan langsung kepada sekretariat panitia. Ini termasuk pertanyaan tentang prosedur, tata tertib, dan persiapan lainnya," ungkap Sekretaris PHDI Kota Denpasar I Putu Ari Tama dalam keterangan resminya.
Adapun pemuput upacara tersebut terdiri dari 7 pinandita yang berasal dari berbagai soroh atau pasemetonan di Bali. Keberadaan mereka akan memberikan nilai sakral dan keberagaman pada acara ini.
Sedangkan untuk dana untuk pelaksanaan acara berasal dari punia peserta dan sumbangan dari para donatur yang peduli terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan ini.
Panitia mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh peserta untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan acara ini.
"Semua informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi sekretariat panitia. Mari bersama-sama menjaga keharmonisan dalam menjalankan ibadah dan tradisi keagamaan," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?
-
Bacaan Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Panduan Pemerintah, Lengkap!
-
Teks Keputusan Kongres Pemuda 1928 untuk Dibaca saat Upacara Sumpah Pemuda
-
Resmi! Ini Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Aturan Pemerintah
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN