SuaraBali.id - Sate Plecing terkenal dengan rasanya yang pedas, gurih sekaligus asam segar. Makanan ini merupakan makanan khas Bali alias Singaraja.
Lantas bagaimanakah cara membuatnya hingga bisa menghasilkan tiga perpaduan rasa? Yuk, simak resep berikut ini.
Sate Babi Plecing Khas Singaraja
Bahan-bahan:
- Daging paha babi ½ kg (alternatif bisa diganti sapi maupun kambing)
- Lemak/samcan babi ¼ kg
- Bawang merah 6 butir
- Bawang putih 3 butir
- Cabai merah besar 2 buah (buang biji)
Baca Juga: Calung Bungbung, Alat Musik Tradisional Bali yang Dimainkan Saat Purnama
- Lengkuas 2 telunjuk jari (diparut)
- Jahe 1 ruas jempol
- Kunyit 1 ruas telunjuk
- Kemiri 3 butir (sangrai)
- Ketumbar 1 sdm (sangrai)
- Gula merah 1 sdm
- Kecap manis 5 sdm
- Jeruk lemo 1 buah
- Garam 2 sdt
Bahan Sambel Plecing:
- Cabai rawit merah 6 buah
- Cabai kriting 10 buah
- Cabai merah besar 2 buah
- Trasi 1 sdt (bakar)
- Bawang merah 3 buah
- Bawang putih 1 buah
- Jeruk lemo ½
- Tomat 1 buah
Cara Membuat:
1. Haluskan bumbu sate dan tumis sampai harum.
2. Tambahkan garam dan merica secukupnya.
3. Iris tipis-tipis daging dengan ukuran sekitar 3x1.5 cm.
4. Campurkan bumbu sate dengan daging yang sudah diiris.
5. Diamkan semalaman atau minimal 1 jam agar bumbu meresap.
6. Haluskan bumbu plecing, kecuali tomat dan cabai merah besar di rajang halus saja.
7. Tumis bumbu plecing sampai harum dan matang.
8. Tambahkan garam dan gula pasir sesuai selera.
9. Kemudian campurkan cabai merah dan tomat yang sudah di rajang halus.
10. Tambahkan daun jeruk dan daun salam, angkat dan peras jeruk lemo.
11. Tusuk daging sate, jangan lupa sisipkan lemak ditengah.
12. Sisa bumbu di campurkan kecap manis dan minyak untuk bumbu olesan saat memanggang sate.
13. Olesi sate dengan bumbu oles, kemudian panggang di atas panggangan.
14. Api jangan sampai terlalu besar agar sate tidak hangus.
15. Sate plecing siap di hidangkan!
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
-
Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
-
Mau Liburan Natal dan Akhir Tahun Makin Berkesan? Ini Pilihan Aktivitas Seru di Bali
-
Tiga Srikandi TelkomGroup Bagikan Perspektif Kepemimpinan Perempuan di Bali Tech Week 2026
-
Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN