SuaraBali.id - Alat musik tradisional khas Bali, Tambur memiliki bentuk seperti gendang, namun ukurannya lumayan besar.
Tambur ini digunakan bersamaan dengan kempur atau sebuah gong besar. Keduanya dipukul secara bergiliran dengan waktu yang teratur hingga menimbulkan suara menggelegar “dug” dan “pur”.
Melansir dari laman resmi Kementerian Kebudayaan, Tambur sudah berkembang sejak masa Kerajaan Karangasem. Pada masa itu, tambur difungsikan sebagai penanda dimulainya perang.
Saat itu Kerajaan Karangasem memperluas wilayahnya dangan menaklukkan daerah-daerah sekitarnya menjadi daerah jajahan melalui peperangan.
Bunyi Tambur dan gong yang gemuruh ini berfungsi sebagai pemacu semangat pasukan dalam perang. Oleh sebab itu, tambur selalu ditempatkan di depan iring-iringan pasukan perang kerajaan.
Seiring dengan berjalannya waktu dan mengikuti perkembangan zaman, alat music Tambur ini akhirnya digunakan sebagai pelengkap dalam konteks upacara Dewa Yadnya.
Upacara Dewa Yadnya merupakan salah satu tradisi suci yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu Bali sebagai wujud penghormatan dan syukur kepada Tuhan atas berkah dan rahmat-Nya.
Ada 5 kidung Dewa Yadnya yang sering ditembangkan, yaitu Kawitan Wargasari, Pupuh Gambuh, Mendak Bhatara (wargasari), Bramara Ngisep Sari, dan Turun Tirta.
Selain itu, alat musik Tambur juga digunakan untuk mengawali iring-iringan upacara besar, seperti upacara Melasti (mensucikan perwujudan Tuhan) dalam upacara besar (Ida betara Turun Kabeh) di Pura Besakih.
Baca Juga: Alat Musik Kuno dari Bali Ini Disebut Bisa Mengantarkan Pelet
Selain itu, di Puri Karangasem tambur juga digunakan untuk mengiringi arak-arakan pernikahan memadik (mengambil istri) bagi keturunan bangsawan atau kerabat raja.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
-
Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida