SuaraBali.id - Mayoritas masyarakat Bali memang beragama Hindu, hal ini yang membuat Bali terkenal dengan pulau seribu Pura.
Bukan berarti penduduknya semua beragama Hindu yaa.. lantaran masih banyak umat yang beragama islam, maupun Kristen yang tinggal disini.
Namun siapa sangka, meski mayoritas beragama Hindu, toleransinya terhadap agama lain sangatlah besar. Salah satu bukti nyata toleransi antar umatnya begitu besar adalah berdirinya sebuah bangunan Bernama ‘Puja Mandala’.
Kalian pasti sudah sangat familiar dengan nama ini, terutama yang sudah pernah mengunjunginya. Iya, tempat ini merupakan sebuah pusat peribadatan bagi lima agama, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Buddha, dan Hindu.
Puja Mandala terletak di Jalan Raya Kurusetra, Nusa Dua, Kuta Selatan, Benoa, Kec. Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Puja Mandala dapat dicapai dari pusat Kota Denpasar dengan berkendara selama 30 menit melintasi By Pass I Gusti Ngurah Rai.
Melansir dari Indonesia.go.id, Pengurus Masjid Agung Ibnu Batutah Ustad Sholeh Wahid menceritakan, pendirian Puja Mandala yang memiliki arti "tempat beribadah" itu bermula dari keinginan warga Muslim yang umumnya pendatang dari Pulau Jawa yang bermukim di sekitar Benoa dan Nusa Dua untuk memiliki masjid sendiri.
Mereka merasa kesulitan menjangkau masjid, Pasalnya, masjid terdekat berada di Kuta, yang jaraknya sekitar 20 kilometer dari tempat tinggal mereka.
Namun sebagai minoritas, mereka terganjal aturan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama nomor 1/BER/mdn-mag/1969 tentang Pelaksanaan Tugas Aparatur Pemerintah dalam Menjamin Ketertiban dan Kelancaran Pelaksanaan Pengembangan dan Ibadat Agama oleh Pemeluk-Pemeluknya.
Keluhan mereka ditanggapi Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi saat itu, Joop Ave. Menteri meminta agar dibangun suatu pusat peribadatan bagi lima agama yang diakui di Indonesia ketika itu.
Baca Juga: Skema Pungutan Wisatawan Asing di Bandara Siap, Hanya Butuh 23 Detik
Keunikan Setiap Rumah Ibadah
Di dalam Puja Mandala ini terdapat Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Vihara Buddha Guna, Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Bukit Doa, dan Pura Jagat Natha.
Masjid Agung Ibnu Batutah mengambil bentuk susunan limas seperti umumnya masjid di tanah Jawa. Tepat di sampingnya ada bangunan Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa dengan desain menara lonceng tunggal dan dinding depan gevel mengikuti bagian atap dan bagian belakang gereja berdesain atap tumpang.
Di sebelahnya terdapat bangunan vihara dengan dominasi warna kuning gading. Sepintas, bentuknya mirip dengan vihara yang terdapat di Thailand termasuk adanya dua patung gajah putih di pintu gerbang dan pagoda emas di bagian atas vihara.
Kemudian Gereja GKPB Bukit Doa dengan desain unik berukiran Bali pada beberapa sudut dinding. Termasuk menara lonceng tunggal berukiran Bali. Bagian atap gereja menghadap empat penjuru arah. Bangunan terakhir adalah Pura Jagat Natha, bangunan ini unik seperti candi.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren
-
Viral Video 3 Santri Dibakar di Lombok, Satu Meninggal
-
Malam Hari Tiba-tiba Dingin? BMKG Jelaskan Fenomena 'Bediding' yang Viral
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar