Kemudian saat dimulai kedua peserta akan mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan mulai saling menyerang. Peserta akan memukul punggung lawan dengan daun pandan sambil menggoresnya.
Mekare-Kare juga diiringi oleh permainan gamelan yang ditabuh dengan tempo yang cepat dan sorakan peserta lain yang memberi semangat.
Setelah tradisi Mekare-Kare selesai, para peserta yang berpartisipasi akan makan bersama dengan sajian menu ayam betutu dan olahan khas lainnya tanpa rasa dendam atau marah.
Waktu Pelaksanaan Mekare-kare
Upacara ini biasanya akan diadakan pada awal Juni setiap tahunnya. Tradisi perang pandan atau Mekare-kare ini bertepatan pada upacara Ngusaba Kapat atau Sasih Sembah di depan halaman Bale Agung.
Tradisi ini diadakan selama dua hari berturut-turut dan biasanya dimulai mulai pukul 2 sore. Saat tradisi diadakan, para masyarakat setempat akan memakai pakaian adat khas Tenganan yaitu kain Tenun Gringsing.
Untuk pria hanya boleh menggunakan Kamen atau sarung dengan Saput sebagai selendang dan tidak lupa memakai ikat kepala atau udeng, para peserta yang mengikuti tradisi ini juga tidak boleh mengenakan pakaian bagian atas dan diharuskan bertelanjang dada.
Kontributor : Kanita
Baca Juga: 5 Makna Ritual Adat di Bali yang Selalu Dilakukan Umat Hindu
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan
-
Pegang Pantat Mahasiswi, Karyawan Hotel Ini Dicokok Warga
-
Gempa M7,7 Guncang Flores: Wae Rebo, Kelimutu, dan Goa Rangko Ditutup Sementara
-
1.624 Kali Digoyang Gempa Susulan, Begini Kondisi Terkini Flores Menurut BMKG
-
4 Korban Hilang, Menhub Ungkap Kondisi Kapal Putri Yasmin Sebelum Terbakar