SuaraBali.id - Bertepatan dengan momen Tahun Baru Imlek, penerbangan langsung dari Tiongkok ke Indonesia dibuka kembali. Pertama kalinya sejak Pandemi Covid-19.
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2648 itu berangkat dari Shenzen, Tiongkok, dengan membawa 210 penumpang.
Penerbangan tersebut dijadwalkan tiba pada pukul 10.40 Wita. Sekitar pukul 10.50 Wita, penumpang yang tiba langsung disambut dengan pengalungan bunga oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjok Ace.
Setelah pengalungan, wisatawan disambut dengan tarian tradisional sebelum melakukan check-in.
Pengalungan juga didampingi oleh Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhu Xinglong, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini, dan GM Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai, Handy Heryuditiawan.
Dalam sambutannya, Koster berharap kedatangan turis Tiongkok ini menjadi momentum bangktinya pariwisata Bali. Pada tahun 2019, jumlah turis Tiongkok mencapai yang mencapai 1,2 juta orang adalah yang terbanyak kedua setelah Australia.
“Pada situasi normal tahun 2019 jumlah wisatawan dari Tiongkok mencapai 1,2 juta. Dibandingkan dengan Australia yang mencapai 1,3 juta. Mudah-mudahan tahun ini akan bangkit kembali sesuai dengan yang kami rencanakan untuk bangkitnya pariwisata bali pada situasi normal,” ujarnya.
Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhu Xinglong menjelaskan bahwa usai penerbangan hari ini, maskapai Tiongkok sedang merencanakan penerbangan langsung ke Bali.
Selain Shenzen, kota besar lainnya di Tiongkok seperti Beijing, Shanghai, dan Chengdu juga didorong untuk kembali membuat penerbangan langsung ke Bali.
Baca Juga: Shio Kelinci Air Full Kejutan dan Harapan, Kok Bisa? Rupanya ini Makna Imlek 2023
“Pesawat Tiongkok sedang bekerjasama untuk membuka pesawat langsung dari kota-kota Tiongkok ke Bali. Airline East China sedang mengerjakan dan akan lebih banyak pesawat langsung yang datang,” tutur Zhu.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga mencanangkan target sebanyak 255.300 turis Tiongkok yang datang ke Bali.
Meski target tersebut masih jauh di bawah angka kunjungan turis Tiongkok pada 2019 lalu, Kemenparekraf menaruh optimis dapat melampaui target tersebut dan bahkan menyentuh angka 1,2 juta seperti pada 2019 lalu.
“Itu target ya, tapi kami semua berharap dan berupaya agar melebihi target itu, bahkan kalau bisa seperti 2019. Saya rasa optimis ya, karena sekarang sudah terbuka. Tidak ada hambatan seperti karantina, itu yang paling menghambat,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini.
Pada 6 Februari 2023 nanti, pemerintah Tiongkok juga akan melepaskan grup wisatawan asal Tiongkok ke 20 negara termasuk Indonesia.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri