Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 20 Januari 2023 | 19:38 WIB
Suasana Jalan Gajah Mada, Denpasar menjelang perayaan tahun baru Imlek, Jumat (20/1/2023) [suara.com / Putu Yonata Udawananda]

Saat itulah Kampung Pecinan Gajah Mada bertumbuh dan semakin dipadati. Begitu juga dengan alur bisnis yang berputar terus.

Toko Obat Cipta Karya di Jalan Gajah Mada, Denpasar, Bali, Jumat (20/1/2023). [Suara.com / Putu Yonata Udawananda]

Ikuti Kehendak Leluhur

Saat masa mudanya, Tio menyebut warga Kampung Pecinan sangat menjaga kerukunan satu sama lain. Begitu juga dengan kerukunan yang terbentuk dengan masyarakat lokal saat itu.

Tio menceritakan warga Kampung Pecinan juga kerap membantu dalam bentuk sumbangan atau tenaga. Bahkan, tak jarang warga Kampung Pecinan yang turut membantu ngelawar (membuat lawar) dan mebat (memasak) saat jelang hari raya Hindu.

Baca Juga: Perusakan ATM Marak di Karangasem, Komponen Mesin Diincar

“Dulu kalau ngelawar zaman mau Galungan itu, kita juga ke banjar. Nanti kalau ada hari raya nyepi mau bikin ogoh-ogoh, ya mungkin kita tidak bisa ikut dalam membuatnya, tapi kita bantu dananya,” tuturnya.

Namun, sayangnya hal itu tak selamanya berjalan baik bagi warga Kampung Pecinan. Pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto, warga Tionghoa sangat dibatasi.

Dari dibatasinya ibadah dan pertunjukan budaya seperti barong sai, hingga nama toko yang harus diganti menjadi nama Indonesia.

Menurunnya perekonomian saat itu juga membuat banyak pemilik toko yang terpaksa menjual tokonya. Alhasil, banyak toko dibeli oleh orang Arab dan India yang hingga kini menjadi toko kain.

Toko Cipta Karya milik keluarganya bahkan sudah beberapa kali berganti barang dagangan, mulai dari kopra, hasil bumi, hingga ban.

Baca Juga: Ibu Muda Melahirkan Spontan di Rumah Kos Denpasar Tanpa Tenaga Medis, Bayi Selamat

“Memang akhirnya ada yang dilepas, dijual tokonya. Biasanya dijual ke orang India atau Arab. Dengan berjalannya waktu, mungkin kita tidak mengembangkan usaha sesuai zamannya, akhirnya lama-lama mulai berkurang ekonominya,” ujarnya.

Load More