SuaraBali.id - Sejumlah warga yang mengklaim lahan miliknya di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pemagaran dan penanaman pohon pisang hingga ubi jalar.
Hal ini bentuk kekecewaan masyarakat terkait jadwal penyandingan data dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola KEK Mandalika.
Juru Bicara Aliansi Pejuang KEK Mandalika, M Samsul Qomar mengatakan sejak kemarin warga memagari lahan dan mulai menanam pisang.
Aksi ini akibat belum jelasnya jadwal sanding data antara pihak ITDC dan masyarakat pemilik lahan yang diinsiasi oleh pemerintah NTB.
"Maka warga kembali menanami dan memagari tanah mereka untuk Memenuhi kebutuhan sehari hari. Ada yang menanam pisang, singkong, dan ubi jalar. Kebetulan masih musim hujan jadi waktu yang tepat untuk bercocok tanam karena mereka masih menguasai semua lahan mereka masih menempati lahannya bahkan sebagai tempat tinggal", kata Qomar kepada Suara.com, Kamis (8/12/2022).
Ia melanjutkan, warga yang mulai menaman singkong, yakni Sibawaih dan Amaq Bengkok mulai menanam singkong dan ubi jalar dikawasan Sirkuit Mandalika.
"Warga yang lain di dalam kawasan sirkuit juga menanam", tambahnya.
Lain halnya dengan Menar, Amaq Layar dan Mangim juga tetap beraktifitas di lahan milik mereka di wilayah ujung Desa Kuta tepat sebelah selatan Sirkuit Mandalika.
Pihaknya juga masih menunggu jadwal yang kata paling lambat minggu kedua bulan januari 2023 mendatang.
Baca Juga: NTB Kirimkan Sate Rembiga Hingga Ayam Taliwang Untuk Korban Gempa Cianjur
"Jadi semua lahan masih di kuasai pemilik masih ditanami dan ada aktiVitas di sana. Ini juga yang membuat kita tidak menggugat karena akan menjadi aneh kita menggugat lahan sendiri yang kita tempati malah kalau mau silahkan pengembang yang menggugat kami dan kami siap hadapi sampai mana pun,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager ITDC, Bram membantah adanya pemagaran atau penaman pisang maupun ubi di kawasan Sirkuit Mandalika.
"Tidak ada kejadian seperti yang disebutkan,” tegasnya.
Ia juga tidak menjelaskan secara detail jadwal sanding data antara ITDC dan masyarakat. Sebab jadwal dikeluarkan oleh pemerintah provinsi.
"Yang mengkoordinir dan mengeluarkan jadwal adalah Pemprov. Sedang dalam pembicaraan", pungkasnya.
Kontributor: Toni Hermawan
Berita Terkait
-
WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
-
Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Proyek Rp1,4 Triliun untuk Pangan dan Air Baku
-
Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai