SuaraBali.id - Di Desa Baluk, Jembrana, Bali terdapat sebuah kedai yang menawarkan sajian makanan kerang pedas manis.
Tak hanya terkenal dengan ayam betutunya, Jembrana ternyata juga ada kuliner kerang dengan bumbu lengkap khas Bali.
Berdasarkan harga yang terjangkau ini, kualitasnya pun tak kalah dari restoran ternama.
Juru masak Kedai Parivara, Dewa Putu Yasa Adi Putra, mengatakan bahan baku dasarnya menggunakan kerang jenis rawa atau bakau yang berkualitas.
Sebagai standar pemilihannya, jenis kerang yang digununakan kategori standar tidak terlalu besar, agar lebih terasa nikmat saat dimasak.
Olahan kerang rawa ini direbus selama 5 menit dengan rempah bawang merah, bawang putih, cabai besar dan cabai kecil, tomat, 1 siung barang sere, merica, ketumbar, gula merah, kencur, juga jahe. Kemudian, bumbu dihaluskan dengan memakai blender atau diuleg sampai benar-benar halus.
"Lantas dipanggang selama 15 menit, kerang pedas manis langsung disajikan dengan cita rasa kedai Parivara. Ini masakan yang digemari para pengunjung sambil menikmati suasana yang masih alami sambil memancing di kolam belakang kedai," tuturnya.
Salah satu pengunjung, Nita mengaku rasa kerang pedas manis ini sungguh nikmat terutama dagingnya yang kenyal yang membuatnya jatuh hati menjadi pelanggan kedai ini.
"Konsepnya yang lengkap ini perlu dipertahankan di Kedai Parivara ini. Karena banyak rumah makan makin marak, tapi konsep ini lebih bagus," pungkasnya.
Baca Juga: Kenakan Pakaian Adat Warna Putih, Tampilan Aura Kasih Mirip Perempuan Bali
Berita Terkait
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Usaha Kuliner Tak Cukup Bermodal Resep Enak, 3 Hal Ini Juga Perlu Diperhatikan
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
-
Hidden Gem Dekat Jakarta! 4 Tempat Wisata Paling Hits untuk Isi Liburan Akhir Pekan
-
Mau Liburan Natal dan Akhir Tahun Makin Berkesan? Ini Pilihan Aktivitas Seru di Bali
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN