SuaraBali.id - Praktisi pariwisata Ida Bagus Ngurah Wijaya mengatakan Bali perlu melengkapi diri dengan sertifikasi keselamatan untuk destinasi wisata yang dimiliki sehingga bisa terus bersaing dengan destinasi lainnya di dunia.
"Bali memiliki destinasi yang unik, tidak ada duanya di dunia. Bali bersaing dengan Thailand, Malaysia, Singapura, sampai negara-negara Eropa," kata Ngurah Wijaya pada NCPI Bali "Great Sharing Session" di Sanur, Denpasar, Sabtu 19 November 2022.
Bahkan, lanjut dia, Bali telah menjadi salah tujuan atau destinasi wisata terbaik di dunia dalam 15 tahun terakhir. "Ini tentu harus dipertahankan supaya Bali lebih berkualitas, pengelolaannya lebih berkualitas, dan target kita wisata kelas premium," ucapnya.
Bali pun dinilai memiliki karakter tersendiri dengan alamnya yang indah, hasil karya kerajinan manusianya, spiritualnya juga sifat manusianya.
"Ini yang membuat Bali indah. Banyak orang asing ke Bali karena di Bali mereka mendapatkan semuanya. Tak ada satupun negara di dunia punya keindahan seperti Bali," katanya pada diskusi yang dihadiri para pelaku pariwisata, akademisi, perwakilan asosiasi pariwisata, serta sejumlah pengamat pariwisata dan unsur pemerintah itu.
Menurut dia, dengan berbagai kelebihan yang dimiliki Bali untuk dapat menjadi kelas premium, SDM pariwisata Bali harus bagus dan didukung dengan kualitas destinasi yang memiliki sertifikasi keselamatan.
"Untuk tenaga kerja pariwisata kita sudah terbukti dibutuhkan di seluruh dunia. Tetapi untuk destinasi atau objek wisata kita kualitasnya harus terus dibenahi agar tetap bisa bersaing dengan negara lain," kata mantan Ketua Bali Tourism Board (BTB) itu.
Ngurah Wijaya mencontohkan dengan keindahan alam yang dimiliki Bali, banyak bermunculan destinasi yang menawarkan wisata ayunan maupun spot-spot untuk berswafoto. Hanya saja, banyak yang terbuat dari bambu maupun kayu yang terlihat berbahaya.
"Bukan tidak bagus, tetapi bambu dan kayu ada umurnya. Kapan harus diganti dan sebagainya. Demikian pula ada arung jeram, sertifikasinya harus ada, mana yang boleh dan tidak boleh," ujarnya.
Baca Juga: Denise Chariesta Unggah Poto Ayu Dewi Pegang Karangan Bunga, Promo atau Pansos?
Sejauh ini, kata Ngurah Wijaya, Bali belum memiliki perda mengenai sertifikasi keselamatan destinasi wisata sehingga menjadi tugas pemerintah untuk turut menjaga kualitas destinasi wisata dan keselamatannya.
Sementara Expert Digital Marketing Gede Gunawan mengatakan Bali harus selalu melihat berbagai kesempatan agar pariwisatanya tetap bisa berkelanjutan.
"Bali harus bisa melihat pangsa pasar yang ada di dunia ini termasuk pangsa pasar domestik karena sudah terbukti memberikan dampak positif terhadap pariwisata di Bali," ucapnya.
Menurut Gede Gunawan, jumlah trip destinasi di Indonesia sangat besar. Pada 2019 saja mencapai 700 juta kali traveling. Namun saat COVID-19 turun drastis hanya sekitar 200 jutaan. Namun, sayangnya potensi yang begitu besar itu Bali baru dapat 1 persennya saja.
Penerbangan menjadi salah satu kendala. Oleh karena itu, jumlah penerbangan ini yang harus bisa ditingkatkan. Pelaku di industri pariwisata juga harus menggarap potensi ini dengan menata destinasi yang ada, diantaranya desa wisata.
Sementara itu, Ketua Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali Agus Maha Usadha mengatakan penting terus memupuk kolaborasi bersama semua insan pariwisata untuk menggali, membahas isu-isu terdepan dan mencari solusi sebagai masukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
18 Rumah Warga Kampung Bugis Roboh Dihantam Gelombang
-
BRI Tegaskan Peran Strategis Dorong Ekonomi Desa Lewat Penghargaan Hari Desa Nasional 2026
-
Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas X Halaman 27: Anak Muda Terjerat Pinjaman Online
-
Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas VI Halaman 23: Fenomena Tren Makanan
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas VII Halaman 39: Pak Edo's Hobby