SuaraBali.id - Seorang bule Inggris bernama Scott James Deakin (27) jadi korban money changer di Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali.
Turis yang tinggal di Hotel Paradiso Kuta tersebut mengalami kerugian senilai Rp8 juta di bilik penukaran uang atau money changer (MC) di Jalan Raya Munduk Catu, Br. Canggu, Desa, Kuta Utara.
Setelah diselidiki, polisi menemukan 3 pelakunya yakni Kadek Rusdiana Wardawan (21), AS (16), IWM (17). Dari hasil pemeriksaan hanya tersangka Kadek Rusdiana yang ditahan, dua lainnya tidak ditahan.
Kronologi peristiwa ini terjadi saat korban Scott James Deakin, pada Senin 14 November 2022 sekira pukul 15.30 WITA berjalan sendirian menikmati suasana objek wisata di seputaran Canggu, Kuta Utara.
Ketika hendak balik ke hotel sekitar pukul 19.30 WITA, ia lalu menukar uang di Jalan Munduk Catu, Banjar Canggu, Desa Canggu, Kuta Utara Badung.
Kapolsek Kuta Utara Kompol Putu Diah Kurniawandari menerangkan, korban menukarkan uang 300 Euro dengan rate Rp.15.000. Seharusnya pelapor menerima hasil penukaran tersebut sebesar Rp 4.735.500.
Akan tetapi dalam penukaran tersebut korban hanya menerima sebesar Rp 2.750.000. Setelah menerima uang, korban pergi ke kounter kedua dan kembali menukarkan sebesar 800 USD.
Tapi ironinya, setelah menyerahkan uang sebesar 800 USD pelaku membantahnya. Ia mengatakan uang korban hanya 600 USD.
"Sempat terjadi cekcok dan korban akhirnya mengalah dan menerima uang yang diserahkan 600 USD," bebernya.
Baca Juga: Pelaku Penusukan Anggota Polri Dan Cewek Michat Ternyata Tak Saling Kenal
Kompol Putu Diah menerangkan dari kejadian kedua ini seharusnya korban mendapatkan penukaran Rp9.105.000, namun hanya menerima Rp6.000.000. Setiba di hotel, korban baru sadar dirinya ditipu oleh dua bilik penukaran uang tersebut.
"Sehingga korban mengalami kerugian Rp 8 juta," bebernya.
Polsek Kuta Utara pun menangkap Kadek Rusdiana Wardawan, Arya Saputra, dan I Wayan Mustika setelah mendapat laporan.
Kadek Rusdiana pun ditangkap, sementara AS masih dalam penelitian Bapas karena di bawah umur tapi tetap di proses. Sedangkan IWM tidak terlibat karena membeli nasi saat kejadian.
"Hanya Kadek Rusdiana yang ditahan. Dua pelaku remaja dibawah umur tidak ditahan, tapi proses penyidikan tetap berjalan," ungkapnya.
Hasil interogasi para pelaku mengaku melakukan penggelapan bersama sama dengan modus mencari keuntungan dengan cara menyediakan layanan penukaran uang.
Berita Terkait
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
-
Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern