SuaraBali.id - Setelah digigit anjing 3 bulan yang lalu, bocah berusia 4 tahun di Dusun Nangka, Desa Lemukih, Sawan, Buleleng, Bali meninggal dunia. Ia diduga tertular virus Rabies.
Bocah laki-laki yang berinisial YA tersebut akhirnya dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami, kejang, pusingd an gelisah. Ia pun meninggal saat dalam perawatan medis di RSUD Buleleng.
Adapun Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha membenarkan perihal kasus tersebut.
Menurut Arya Nugraha, pasien dibawa ke rumah sakit pada sore hari, dan beberapa jam kemudian pada malam hari dinyatakan meninggal dunia.
"Korban mengalami gejala suspek rabies seperti demam tinggi, sakit pada bagian kaki dan dada, tidak mampu menelan air, gelisah saat terkena angin, serta gelisah saat melihat cahaya,” terang dr. Arya Nugraha sebagaimana diwartakan beritabali.com – jarigan suara.com.
Adapun menurut keterangan keluarga, korban terkena gigitan anjing pada lengan tangannya tiga bulan yang lalu.
Namun korban tak langsung dibawa ke pusat fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).
“Anjingnya langsung dieleminasi, sedangkan korban tidak dibawa ke Puskesmas atau RS untuk diberikan VAR,” imbuh dr.Arya.
Adanya korban meninggal di Desa Lemukih tersebut menambah daftar panjang korban akibat rabies di Buleleng.
Berdasarkan data hingga menjelang penghujung tahun 2022 sudah sebanyak 9 orang meninggal suspek rabies.
“Tahun ini jumlah korban meninggal dunia akibat rabies di RSUD meningkat, ada sekitar 9 orang. Sedangkan tahun lalu hanya 3 orang,” ungkapnya.
Gigitan Hewan Penyebar Rabies (GHPR) mengalami tren peningkatan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Data di tahun 2020 terjadi kasus GHPR sebanyak 3.693 kasus dan pada tahun 2021 terjadi tren penurunan GHPR hingga sebanyak 2.487 kasus.
Sementara terjadi lonjakan kasus pada tahun 2022 tercatat 6.026 kasus gigitan sudah terjadi. Bahkan angkanya bertambah dari 8 menjadi 9 orang meregang nyawa akibat terlambat mendapat VAR.
Berita Terkait
-
Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun
-
Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila
-
Mabuk Arak Bali, Dikira Begal! Kakak Adik di Bekasi Dipukuli Warga Sambil Pelukan
-
Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang
-
Hadiri Miss Equality World, Arya Wedakarna Dipanggil Badan Kehormatan DPD
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri