SuaraBali.id - Peninggalan bersejarah zaman kolonial Belanda hingga saat ini masih tersisa di Bali. Salah satunya adalah cerobong asap pabrik.
Peninggalan bersejarah ini berada di SMPN 2 Negara, Jembrana, Bali.
Konon, pada masanya, lokasi ini adalah pabrik selip beras di zaman penjajahan Belanda. Diketahui selain berfungsi sebagai pabrik selip beras, juga digunakan untuk pembuatan minyak kelapa.
Bangunan peninggalan kolonial Belanda ini suda ada sejak berdirinya SMPN 2 Negara pada tahun 1979. Dimana artinya bangunan ini sudah berusia 43 tahun.
Sejak gedung sekolah berdiri hingga kini, cerobong asap sudah ada.
Menurut Wakabid Humas SMPN 2 Negara I Komang Gede Tri Usada, bekas cerobong asap ini berkaitan erat dengan warga masyarakat Tionghoa di Jembrana yang memang merupakan saudagar beras dan minyak goreng.
Sampai sekarang peninggalan bersejarah itu dirawat dengan baik. Namun demikian banyak rumor menyebut bahwa bangunan ini sarat misteri dan berbau mistik.
Oleh sebab itu, didirikan pelinggih agar tak menganggu proses belajar siswa dan siswi di SMPN 2 Negara.
"Hingga kini situs sejarah ini perlu dirawat dan dijaga agar tetap lestari. Dengan tinggi cerobong kurang lebih 10 meter dan lebar 5 meter dikelilingi pagar rantai. Dibuat dengan menggunakan batu bata merah berbentuk bangunan kotak dan di atas ada berbentuk bulat memanjang. Dan di belakangnya ada lubang yang kemungkinan di pakai untuk memasukkan kayu bakar. Kondisi batu bata merah tampak mulai sedikit tak beraturan kerena termakan jaman dan banyak lumut serta benalu yang tumbuh,"ujarnya.
Baca Juga: Sungai Yeh Ho Tabanan Kembali Makan Korban, Pria Paruh Baya Diduga Tenggelam
Kepala Sekolah SMPN 2 Negara I Made Ratama mengungkapkan kendati baru menjabat sebagai kepala sekolah, dia sedikitnya tahu dan menyatakan model bangunan tersebut menggunakan desain minimalis dengan gaya model bangunan Belanda.
Namun secara pasti peninggalan ini belum diketahui kepastian kapan tanggal, bulan, dan tahun didirikannya cerobong itu.
Masyarakat sekitar lokasi juga mengatakan sejak mereka lahir cerobong itu sudah ada.
Beberapa kalangan masyarakat baik umat Hindu dan muslim saling merawat dan menjaga karena bangunan ini merupakan cagar budaya dan juga situs sejarah.
Setiap hari siswa-siswa di sekolah selalu menghaturkan sesajen agar proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan baik.
Ratama menuturkan saat ini kondisi cerobong yang berada di tengah area halaman sekolah itu terawat dengan baik dengan dilengkapi banyak berbagai jenis tanaman dan ada beberapa meja dan kursi taman.
Berita Terkait
-
Intip Fasilitas dan Tarif Menginap di The Ululani Bali, Lokasi Syuting Sinetron Terikat Janji
-
Review Series A Good Girl's Guide to Murder, Misteri Hilangnya Siswi Populer
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara
-
Ulasan Novel Kendat, Misteri Kasus Berdarah Pulung Gantung di Desa Rangi
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan