SuaraBali.id - Mantan perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad akan kembali ikut serta dalam pemilihan umum legislatif Malaysia di usia 97 tahun.
Keinginannya ini dikatakan dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (11/10/2022). Menurutnya ia akan bertarung untuk kursi parlemen di Langkawi.
Sebagaimana dilansir AP, ia mengatakan bahwa partai tempatnya bernaung, Parti Pejuang Tanah Air (Pejuang), belum menentukan sosok yang akan ditunjuk menjadi kandidat PM jika mereka menang.
"Kami belum memutuskan siapa yang akan menjadi perdana menteri karena kandidat perdana menteri hanya relevan jika kami menang," ujar Mahathir.
Namun sampai saat ini belum ada waktu pasti kapan pemilu Malaysia bakal digelar. Namun, pemilu pasti akan digelar dalam waktu dekat karena Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob sudah membubarkan parlemen pada Senin (10/10/2022), di tengah tekanan dari dalam dan luar partainya.
Berdasarkan aturan di Negeri Jiran, pemilu harus digelar dalam kurun 60 hari setelah parlemen dibubarkan oleh perdana menteri. Jika menang, Mahathir akan menjadi anggota legislatif tertua dan akan memegang jabatan tersebut selama lima tahun.
Ia sebenarnya sudah pernah memecahkan rekor sebagai pemimpin tertua dunia kala menang dalam pemilu untuk menjadi PM pada 2018 lalu.
Namun demikian popularitas Mahathir di mata pemilih dari etnis Malaysia sudah merosot.
Sebagai mayoritas di Negeri Jiran, suara etnis Malaysia sangat berharga. Saat pemilu 2018 saja, Mahathir bisa menang karena populer di kalangan itu.
Baca Juga: Istri Mantan PM Malaysia Divonis 30 Tahun Penjara Dan Denda Rp 3,2 Triliun
Guna memenangkan hati pemilih dari etnis Malaysia, Mahathir akan gontok-gontokan dengan wakil dari Partai UMNO yang populer di kalangan tersebut.
Selain itu, pesaing kuat Mahathir dalam pemilu kali ini juga bakal datang dari koalisi partai yang membuatnya menang dalam pemilu 2018 lalu, Pakatan Harapan.
Dalam pemilu kali ini, Pakatan Harapan akan kembali mengusung Anwar Ibrahim, politikus yang pernah dijanjikan menjadi perdana menteri untuk menggantikan Mahathir.
Menjelang pemilu 2018, partai-partai dalam koalisi Pakatan Harapan sepakat Mahathir akan mengundurkan diri dan menyerahkan takhtanya kepada Anwar. Namun, perpecahan terjadi di internal Pakatan Harapan yang membuat Mahathir mengundurkan diri dari kursi PM, memicu pemilihan baru.
Kekuasaan kini malah kembali beralih ke tangan UMNO, partai yang sebenarnya menjadi musuh besar Pakatan Harapan pada pemilu 2018.
Berita Terkait
-
Tak Perlu Terbang ke Malaysia, Cicipi Autentiknya Nasi Lemak hingga Char Kway Teow di Jakarta!
-
Viral Mahasiswa Indonesia di Malaysia: Dikasihani Warga Lokal Hanya karena Makan Satu Es Krim Berdua
-
Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit
-
Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia
-
Piala AFF 2026: Malaysia Tiru Langkah Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Sebelum Dipecat PSSI
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'
-
Kronologi Lengkap Bentrok TNI-Brimob di Labuan Bajo: Berawal Acara Syukuran, Berujung Penikaman
-
Pesta Kesenian Bali 2026 Dibuka: Ribuan Wisatawan Tumpah Ruah Saksikan 'Atma Kerthi'
-
Setoran Parkir Cuma Rp8 Ribu per Titik, Kejari Lombok Tengah Endus 'Kebocoran' PAD
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar di Tengah Fluktuasi Pasar