Kebanyakan penduduk Inggris Raya pun mungkin belum pernah mengalami prosesi kematian penguasa monarki sebelumnya. Meskipun begitu, apa yang akan terjadi saat Sang Ratu meninggal sudah diketahui kebanyakan orang.
Nonwarga negara, seperti penulis pun, bisa menginput Operation London Bridge di mesin pencarian untuk mengetahui apa yang terjadi bila Sang Ratu meninggal dunia.
Media setempat mengabarkan Inggris akan menjalani waktu berkabung resmi selama 10 hari mulai Jumat (9/9/2022).
Kode rahasia “London Bridge” dipakai untuk menyiarkan berita wafatnya Ratu, sebagaimana dirangkum The Guardian dari dokumen Operasi London Bridge.
Dokumen tersebut menyebut dengan detail prosesi pada Hari-H, H+1 hingga H+10 wafatnya Ratu.
Membaca artikel yang terbit tahun 2017 tersebut kini terasa seperti menyadari terawangan masa depan; menonton secara langsung H+1 dan seterusnya bergantian terjadi seperti yang digariskan dokumen dari Istana.
Rasanya aneh bisa ada di tanah asing sambil menyaksikan negara ini mengalami sebuah perubahan yang monumental.
Putra pertama Ratu Elizabeth II, Charles Philip Arthur George, otomatis menjadi raja Inggris yang juga memimpin 14 negara persemakmuran. Menurut Charles, kematian sang ibu merupakan kesedihan terbesar baginya dan keluarga.
"Wafatnya Ibunda saya yang tercinta, Yang Mulia Ratu, merupakan momen kesedihan terbesar bagi saya dan seluruh anggota keluarga saya," ujar Raja Charles III dalam sebuah pernyataan pada Jumat.
Secepat apa kiranya masyarakat bisa terbiasa dengan sebutan Raja untuk penguasa monarki Inggris berikutnya; secepat apa stempel, prangko, uang kertas, dan simbol-simbol lainnya berganti dari potret Ratu Elizabeth II menjadi Raja Charles III?
Wafatnya Ratu menjadi momen yang begitu dekat secara fisik, namun barangkali berjarak secara emosional.
Belum lagi kontroversi keluarga kerajaan Inggris yang jenuh dari dosa-dosa masa lalu; apa yang harus dirasakan seorang mahasiswa asing yang berasal dari negara yang tak sampai sedekade lalu masih harus berjuang lepas dari penjajahan di tengah berita wafatnya Ratu dari negara yang terkenal dengan imperialismenya ini?
Kemarin, penulis menerima SMS dari operator kereta antarnegara jika kereta kepulangan dari Paris pekan depan dibatalkan karena unjuk rasa pekerja.
Namun Jumat (9/9) ini, berita menyiarkan bahwa demonstrasi dibatalkan untuk menghormati berkabungnya keluarga kerajaan atas wafatnya Ratu.
Kemungkinan besar kereta yang ditumpangi penulis dari Paris akan tetap berjalan untuk kembali ke London yang masih akan berkabung saat itu.
Berita Terkait
-
Down and Out in Paris and London: Kisah Nyata George Orwell Mengungkap Sisi Gelap Kemiskinan
-
Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba
-
Bursa Saham London Bakal Diperdagangkan 24 Jam Pada 2027
-
Review Your Fault: London, Kisah Menarik tentang Ego Remaja dan Kedewasaan
-
Capek-Capek Eka Kurniawan Masuk Nominasi Man Booker, Saingannya Cuma AU!
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Transformasi BRIvolution Reignite Melaju Pesat, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian