SuaraBali.id - Arak Bali dari perajin lokal kini sudah bisa masuk minuman di hotel-hotel bintang lima. Kini Ada 28 merek arak Bali yang sudah bisa masuk pasar hotel khususnya untuk wisatawan.
"Ini adalah langkah nyata yang dilakukan manajemen hotel dengan pelaku usaha arak atau produk berbahan arak. Ini hanya sebagian kecil dari sejumlah produk arak yang muncul sejak diberlakukan Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan atau distilasi khas Bali," kata Gubernur Bali, Wayan Koster, Rabu (7/8/2022).
28 perajin yang telah secara resmi terdata produknya dalam bea cukai melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan pihak manajemen Hotel Marriot dan Kempinski Bali.
Hal ini pun disambut baik oleh perajin arak Bali merek Iwak Arumery Balindo Ida Ayu Puspa Eni yang sekaligus Ketua Asosiasi Koperasi Arak Bali.
Ia mengatakan bahwa kerja sama ini akan membawa dampak baik bagi seluruh perajin dan petani dari Karangasem dan sejumlah kabupaten lainnya.
"Dampaknya sangat positif terutama bagi perajin dan petani. Petani yang paling kasihan, karena dia yang menciptakan arak. Tanpa ada perajin juga mereka tidak bisa naik kelas," kata Puspa.
Jenis arak Bali yang dijajakan di hotel-hotel dan restoran nantinya terdiri dari tiga golongan berdasarkan kadar alkohol di dalamnya. Untuk golongan A terdapat kurang dari 10 persen alkohol di dalamnya, golongan B di bawah 20 persen dan golongan C di bawah 40 persen.
Sedangkan soal volume penyerapannya, Puspa berharap ke depan akan lebih banyak permintaan yang masuk, di mana saat ini masing-masing perajin dalam satu bulan penyerapannya mencapai 1.000 - 7.000 botol.
Sedangkan untuk kesiapan arak Bali, Puspa menyebut saat ini telah tersebar lebih dari 6.000 petani arak, namun yang terserap tak lebih dari 10 persen sehingga melalui jalan ini diharapkan akan lebih banyak petani yang diberi ruang.
Baca Juga: Penerima BLT BBM di Bali Hanya yang Sudah Terdata di Bulan Agustus
"Untuk permintaan sudah bisa disanggupi, kita banyak sekali punya arak dan banyak petani yang perlu produknya diangkat. Saya rasa untuk menaikkan kelas arak Bali ini kita harus mendukung, tidak bisa hanya beberapa orang saja," ujar Puspa kepada media. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bapak Kesal Sama Saya? Ini Buat Gaji Anda Juga! Ucapan Mahasiswa kepada Polisi
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
-
Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
-
Mau Liburan Natal dan Akhir Tahun Makin Berkesan? Ini Pilihan Aktivitas Seru di Bali
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali