SuaraBali.id - Meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J membuat duka mendalam bagi kekasihnya yang bernama Vera Simanjuntak. Kekasih mendiang Brigadir J ini kerap ungkapan rindu untuk almarhum lewat media sosial.
Melalui akun Instagram pribadinya, Vera Simanjuntak bahkan membuat sorotan yang diberi nama "My Beloved" untuk mengumpulkan luapan rasa rindunya kepada Brigadir J.
Adapun curhatan Vera Simanjuntak terjadi sekitar seminggu yang lalu.
Vera Simanjuntak mengunggah fotonya dan menyertakan momen manis bersama almarhum Brigadir J serta menuliskan ungkapan rindunya kepada sang kekasih.
"Abang gak kangen ya sama adek? Soalnya adek kangen bang. Abang bilang supaya adek jaga kesehatan, jangan sakit, kalo sakit abang sedih," tulis Vera Simanjuntak.
"Lantas, salahkah aku jika yang membuat sakitku itu adalah kepergianmu? 8 tahun itu gak mudah lo bang bagiku," imbuhnya.
Vera Simanjuntak yang merasa sangat kehilangan terlihat membuat unggahan lain di hari jadinya bersama Brigadir J pada 2 September kemarin. Ia tak lupa memberikan ucapan selamat untuk sang kekasih yang telah tiada.
"Selamat tanggal 2 sayangku yang di surga. Tanggal dimana kita sama-sama mengakui perasaan. 2 Sep 2014 - 2 Sep 2022. Tuhan Yesus beserta kamu di sana dan aku di sini," tulis Vera Simanjuntak.
Unggahan Vera Simanjuntak tentu menyita perhatian netizen. Banyak akun yang menguatkan kekasih Brigadir J itu di kolom komentar.
"Sabarr kak. Tuhan punya rencana indah kak, tetap semangat, selalu sehat ya," kata netizen. "Semangat kak, tetep percaya ada pelangi sehabis hujan," imbuh yang lain.
"Semoga Tuhan selalu memberi kekuatan di setiap kerinduan," harap seorang netizen.
"Peluk kak Vera," celetuk yang lain.
"Semangat kak Vera, yang kuat ya kak," pungkas yang lain.
Berita Terkait
-
Sering Dengar Kata 'Slay' atau 'AFK'? Kenali 5 Karakteristik Bahasa Gaul Anak Muda
-
Saat Gen Z Bertemu 'Polisi Bahasa': Butuh Ruang Diskusi, Bukan Penghakiman
-
Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?
-
Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?
-
FYP hingga Komentar: Bagaimana Media Sosial Mengubah Cara Kita Berbahasa?
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN