SuaraBali.id - Bedak bayi berbasis talc bermerek Johnson & Johnson secara resmi akan berhenti dijual ecara global pada 2023. Keputusan menghentikan penjualan ini terjadi setelah adanya ribuan tuntutan hukum keselamatan konsumen
Sebelumnya, sejak 2020 mereka telah mengakhiri penjualan produk di Amerika Serikat dan permintaannya turun drastic.
Nantinya Johnson & Johnson akan beralih ke bedak bayi berbahan dasar tepung jagung yang saat ini telah dijual di negara-negara di seluruh dunia.
Bedak bayi berbasis talc J & J mendapatkan banyak keluhan dari konsumen terkait keamanan produk yang disebut dapat memicu kanker.
Setidaknya ada sekitar 40.000 tuntutan hukum dari sejumlah wanita dengan kanker ovarium atau mesotelioma yang menyebut J & J menjual bedak bayi dengan kandungan abses dan karsinogen penyebab kanker.
J & J sudah membantah tuntutan tersebut dan menegaskan bahwa selama ini mereka telah menguji produknya secara ilmiah dan hasilnya produk bedak mereka terbukti aman dan bebas asbes.
“Kami berdiri teguh di belakang analisis ilmiah independen selama puluhan tahun oleh para ahli medis di seluruh dunia yang menegaskan bedak bayi Johnson yang berbasis bedak aman, tidak mengandung asbes dan tidak menyebabkan kanker,” ungkap perusahaan tersebut pada Kamis (12/8/2022).
Sedangkan keputusannya mengganti bahan baku bedak dari talc ke tepung jagung dilakukan karena merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan perusahaan.
Perusahaan J & J ingin membantu menyederhanakan penawaran produknya dna memenuhi ‘tren global yang berkembag’ sekaligus untuk menengaskan bahwa produk bedak bayi mereka aman.
Meski telah dibantah oleh perusahaan, berdasarkan penyelidikan Reuters 2018 menemukan bahwa J & J selama beberapa dekade telah mengetahui bahwa produk bedaknya mengandung asbes dan karsinogen.
Bahkan, catatan internal perusahaan serta kesaksian persidangan dan bukti lain menunjukkan bukti bahwa sejak sekitar tahun 1971 hingga awal tahun 2000-an, bedak mentah dan bubuk jaid J & J terbukti positif mengandung sejumlah kecil asbes.
Berita Terkait
-
Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil
-
Apakah Bedak Tabur Bayi Aman Digunakan oleh Orang Dewasa yang Berjerawat? Ini Faktanya
-
Review Rumah Singgah: Kanker Mengubah Masa Depan, Lalu Apa Arti Harapan?
-
Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker
-
Kanker Paru Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Jadi Kekuatan Pasien Jalani Pengobatan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau