SuaraBali.id - Dugaan penganiayaan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), pada Sabtu (6/8/2022) di lingkungan sekolahnya dialami MM berbuntut panjang. Penganiayaan diduga dilakukan oleh enam seniornya di SMAN 1 Praya, Lombok Tengah.
Kini pihak sekolah pun membekukan sementara ekstrakurikuler Paskibraka. Hal ini karena kekhawatiran sekolah atas kejadian ini dan tradisi balas membalas kepada anggota paskibraka.
"Kami bekukan sementara kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Praya, Kadian, Kamis (11/8/2022).
Korban kini mengalami gangguan bagian gendang telinga. Padahal korban dan terduga pelaku menjadi perwakilan untuk menjadi pasukan pengibar bendera tingkat kabupaten pada 17 Agustus mendatang.
Kadian menceritakan dugaan pemukulan oleh seniornya d iluar pengawasan pihak sekolah. Awal pemukulan yang dialami MM saat menyampaikan keinginan berhenti menjadi anggota Paskibraka di sekolah.
Alasan ini diduga memicu seniornya untuk melakukan hukuman fisik berupa pemukulan. Atas dugaan pemukulan ini, keluarga MM membawa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksan.
Hasil pemeriksaan MM mengalami gangguan di gendang telinganya.
"Keluarga sudah membawa untuk diperiksa, bukan divisum hasil pemeriksan gendang telinga alami gangguan bukan robek seperti pemberitaan hanya ada gangguan sedikit. Keliatan tidak parah anak ini tetap masuk sekolah dan latihan bersama teman-temannya,” katanya saat dihubungi Suara.com, Kamis (11/8/2022).
Upayakan Mediasi
Atas kasus ini, pihak sekolah melakukan mediasi. Namun hingga kini belum menemukan titik perdamaian. Keluarga MM tetap melaporkan seniornya ke pihak berwajib.
Sekolah juga mengaku MM dan seniornya menjadi perwakilan untuk menjadi pasukan pengibar bendera tingkat kabupaten.
"Hari ini mereka mulai masuk karantina,” sambungnya.
Keluarga terduga pelaku siap menanggung biaya pengobatan dan bertanggung jawab.
Kadian melanjutkan, atas kasus ini Keluarga dari terduga pelaku pemungkukan siap menanggung biaya pengobatan untuk MM dan siap bertanggung jawab.
Kabarnya keluarga korban tetap melayangkan laporan.
Berita Terkait
-
Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi
-
Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal
-
Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen
-
Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade
-
Dugaan Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Polsek Kajang, 4 Polisi Diadukan ke Mabes
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus
-
Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar
-
Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia
-
2 Orang Meninggal Tiap 5 Menit, Kemenkes Temukan 3 Varian Baru TBC di Indonesia