SuaraBali.id - Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang pemuda yang diduga penonton pertandingan Bali United. Saat malam hari menjadi korban pencurian knalpot sepeda motor.
Dalam video berdurasi sekitar 10 detik itu menandai lokasi Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali.
Pemuda yang kehilangan knalpot tersebut terlihat begitu geram atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku.
"Untuk yang mencuri knalpot saya jangan nanggung-nanggung, bawa motornya sekalian!," tulis korban pencurian itu yang disahut ratusan komentar lainnya.
"Helm teman saya bule hilang, talinya dipotong, miris," tulis akun berinisial GS.
"Sisi gelap Stadion Dipta ya gaes, jangan parkir di tempat gelap, stadion memang sangat rawan, jangan bawa helm mahal-mahal, dan jangan menaruh barang berharga di jok, sering sekali jok kebuka sendiri di area gelap," tulis akun AP.
Pertandingan sepak bola yang terlalu larut malam mengundang reaksi banyak pihak, dari kalangan suporter atau penonton hingga klub.
Lebih lagi, di Provinsi Bali dengan waktu zona Indonesia Tengah pertandingan malam dimulai pukul 21.30 Wita hingga sekitar 23.20 Wita.
Beberapa akun juga menandai Bali United untuk memperketat keamanan stadion.
Baca Juga: RD Puas RANS Nusantara FC Repotkan Bali United meski Akhirnya Kalah
Namun jadwal pertandingan yang terlalu larut malam juga menjadi sorotan. Karena dinilai sudah tidak ideal bagi penonton dan tidak ramah anak dan wanita, padahal sepak bola adalah hiburan universal.
Demam sepak bola tidak bisa dipungkiri, apalagi setelah 2 tahun dihantam pandemi COVID-19, pertandingan sepak bola tanpa dihadiri penonton.
Tapi giliran boleh dihadiri penonton, malah jadwal pertandingan dinilai tidak ideal dan berpotensi merugikan pihak penonton, di lain sisi, kehadiran suporter merupakan semangat bagi tim kesebelasan yang sedang berlaga.
Pelatih Bali United Stefano Cugurra pun turut angkat bicara mengenai jam pertandingan malam dilihat dari sisi keamananan dan kenyamanan suporter atau penonton.
"Buat suporter pertandingan mulai pukul 21.30 malam pasti terlalu malam. Mereka balik ke rumah pukul 01.30 dini hari. Terus harus bangun buat kerja. Buat anak punya sekolah juga harus bangun pagi," ujar Teco, pada Senin (8/8/2022).
Namun demikian, dari sisi klub dan tim, Coach Teco menegaskan, bahwa bermain jam malam bukan menjadi persoalan dan tidak mempengaruhi performa pemain, kendati begitu klub tentu membutuhkan euforia dari suporter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga
-
Likuiditas Makin Solid Berkat Dana SAL, BRI Siap Perluas Kredit UMKM
-
Warga Buleleng Temukan Trenggiling Langka di Pantai, Begini Penampakannya
-
Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah