SuaraBali.id - Bicara tentang Bali tidak melulu soal pantai di wilayah selatan Bali seperti halnya Pantai Kuta, Jimbaran atau Seminyak. Bali yang terdiri dari 9 kabupaten kota memiliki satu wilayah yang menarik yaitu di Jembrana.
Kawasan yang dijuluki Bumi Mekepung ini memiliki satu wilayah yang bisa membuat masyarakat sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan. Salah satunya adalah di Banjar Mekarsari, Desa Perancak di Kecamatan Jembrana.
Desa Perancak memiliki sebuah pantai berpasir hitam dengan bibir pantai yang panjang. Namun bukan hanya itu, di tempat ini ada sebuah tempat yang dinamakan Kurma Asih, Kurma Asih di sini bukan bermakna buah kurma, namun merupakan bahasa Sansekerta, Kurma artinya Penyu dan Asih artinya Saya sehingga Kurma Asih sendiri berarti “Saya Penyu”.
Kurma Asih didirikan pada tahun 1997. Awalnya, Kurma Asih adalah kawasan konservasi penyu yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Namun sejak 2013 mulai berdatangan donatur yang mendukung kawasan konservasi ini mulai swasta sampai pemerintah daerah.
Di Bali sendiri sendiri ada 4 jenis penyu yang pertama jenis Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea). Namun dari 500 an Penyu yang ditangkar di Kurma Asih saat ini hanya ada dua jenis penyu.
“Di sini ada dua jenis penyu Sisik dan Penyu Lekang,” ujar Sekretaris Kurma Asih Sea Turtle Conservation and Education Center Komang Gunawan, Kamis (4/8/2022) yang ditemui di sela acara CSR Konservasi Laut oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).
Di kawasan Pantai Perancak sendiri ada 3 jenis penyu yang bisa bertelur yaitu Penyu Belimbing, Penyu Sisik dan Penyu Lekang. Namun penyu Belimbing baru dua kali bertelur di tahun 2000 dan 2002.
Sedangkan penyu Sisik akan datang dua tahun sekali untuk bertelur, sedangkan penyu Lekang datang setiap tahun.
“Musim bertelurnya bulan April sampai September. Sedangkan puncak bertelurnya bulan Mei dan Juli,” jelas Komang Gunawan.
Baca Juga: Layanan 5G Indosat Ooredoo Hutchison Kini Hadir di Bali Dukung G20
Di Kurma Asih upaya konservasi yang dilakukan adalah sarang semi alami dan adopsi. Sarang semi alami dilakukan relawan Kurma Asih dan masyarakat setempat dengan selalu melakukan monitoring pada malam hari untuk melihat, menjaga yang sedang bertelur.
Bila telur ditemukan akan langsung dipindahkan ke lokasi penangkaran. Tempatnya ada di sebuah tanah lapang berpasir (egg hatching area). Di sana telur penyu ditimbun dan diberi tanda khusus yang berisi keterangan jenis penyu, jumlah telur, asal telur, tanggal dan nama adopter.
Adopsi penyu ini bisa dilakukan oleh siapapun yang datang ke Kurma Asih dan memberikan donasi sebagai tanda adopsi. Namun tentu ada syaratnya.
“Siapapun bisa mengadopsi sarang itu, dengan catatan. Tak boleh nanti setelah menetas penyunya dibawa pulang namun harus dirilis di sini,” ujarnya.
Untuk pelepasliaran sendiri tidak ada waktu khusus, namun Komang Gunawan mengatakan pagi dan sore adalah waktu yang tepat untuk melepasliarkan penyu.
“Penyu-penyu ini layak dilepas, bukan layak hidup di sini, tegas Komang.
Tag
Berita Terkait
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Persib Kebobolan 4 Gol dalam 2 Laga, Ini Kata Bojan Hodak
-
Boni Hargens Puji Langkah Cerdas Kapolri Listyo Sigit: Dari Sport Tourism hingga Satgas Haji 2026
-
Tudingan Ni Luh Djelantik soal Sikap Acuh Gubernur Bali Dianggap Tak Sesuai Fakta
-
Kemenangan atas Bali United Jadi Modal Beckham Putra Hadapi Dewa United
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
BRI Perkuat Keuangan Berkelanjutan: Salurkan Rp93,2 Triliun untuk Pembiayaan Ramah Lingkungan
-
Warga Serahkan Elang Tikus Terjerat dan Bayi Lutung ke BKSDA
-
HGB Anda Hampir Habis? Jangan Panik, Begini Cara Perpanjang Sertifikat Lewat HP