SuaraBali.id - Kegiatan ngaben massal di Pura Dalem Trinayana, Desa Jagaraga, Kuripan, Lombok Barat, Senin (1/8/2022). Diikuti oleh 45 Sawa yang berasal dari tiga desa di Kecamatan Kuripan.
Adapun upacara ngaben massalini diselenggarakan Pemdes Jagaraga di Pura Dalem Trinayana.
"Hal ini sekaligus merupakan rangkaian kegiatan Ulang Tahun Desa Jagaraga yang ke-72," jelas I Wayan Wardika, Sekretaris Panitia Ngaben Massal Desa Jagaraga sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
Ngaben sendiri adalah tahap terakhir perjalanan manusia di bumi yang memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Untuk itu tradisi “Ngaben Massal” dilakukan agar dapat meringankan beban biaya pengeluaran keluarga yang ditinggalkan.
Kata Wayan Wardika, walaupun harus melakukannya dengan massal, tradisi Ngaben ini tak akan mengurangi makna dari upacara yang diselenggarakan karena menyesuaikan dengan dasar agama.
Pemerintah setempat dalam hal ini Pemdes Jagaraga, mendorong masyarakatnya dan mengapresiasi penyelenggaraan tradisi Ngaben Massal ini agar dapat berjalan lancar.
Diawali dengan pembacaan Puja Astuti oleh Jro Mangku I Dewa Putu, juga laporan Ketua panitia ngaben massal, I Gede Rena.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengapresiasi kegiatan ngaben massal yang diselenggarakan oleh pemdes Jagaraga ini.
Baca Juga: Bayi Perempuan Diduga Dibuang di Dekat Pos Ronda, Hanya Beralas Kardus Dan Kain Biru
Gubernur Zul berpesan walaupun dengan segala perbedaan yang ada khususnya masyarakat NTB, tali persaudaraan dan persahabatan harus terus terjalin.
“Walaupun kita berbeda keyakinan, beda suku, beda warna kulit sekalipun, kita harus tetap menjaga tali persaudaraan, persahabatan dan toleransi antar agama,” ucapnya.
Gubernur juga berharap ke depannya dapat terus bersilaturahim serta hadir pada kegiatan-kegiatan lainnya sehingga tali persaudaraan bisa tetap terjalin.
Berita Terkait
-
Tiga Santri Diduga Disiram BBM dan Dibakar, Satu Tewas
-
Diusir dari Tanah Sendiri: Luka Kemanusiaan dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari
-
Gerai Alfamart Tutup Massal di Lombok Tengah, Mendag Tunjuk Daerah jadi Biang Kerok
-
Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Hery Gunardi: Perbankan Nasional Tetap Sehat dan Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah
-
BRI Consumer Expo 2026 Siap Manjakan Pengunjung dengan Promo Finansial dan Hiburan Spektakuler
-
Waspada! Fenomena 'Super New Moon' Ancam Pesisir Bali, Cek Daftar Wilayah Terdampak
-
Pesawat Dipaksa Balik: Buronan Internasional Sembunyi Dalam Toilet
-
Kekeringan Melanda NTB: Kabupaten Bima Paling Parah, Berikut Prediksi BMKG