SuaraBali.id - Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) didapuk sebagai wakil komisaris utama sekaligus komisaris independen perseroan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).
Pendiri MNC Group Hary Tanoesoedibjo lewat akun Instagram resminya mengumumkan hal ini.
Penganggkatan TGB sendiri disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar Rabu lalu, (27/7/2022).
"Bergabungnya TGB Muhammad Zainul Majdi diharapkan makin mempersolid kinerja dan tata kelola perseroan, dengan pertumbuhan yang semakin kuat," tulis pria yang akrab disapa HT tersebut, dikutip Jumat (29/7/2022).
Bukan hanya sebagai Komisaris di MNCN, TGB Muhammad Zainul Majdi kini juga tercatat sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia.
Sedangkan di bidang akademis, TGB menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi sejak 2007 hingga sekarang.
TGB lahir pada 31 Mei 1972 di Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan S1, S2 hingga S3, di Fakultas Ushuludin, Jurusan Tafsir dan Ilmu Al-Qur'an, Universitas Al-Axhar Kairo.
Ia meniti kariernya di dunia politik sebagai Anggota DPR RI bidang Pendidikan, Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Kesenian dan Kebudayaan, Komisi X periode 2004-2009.
Namun belum genap satu periode, TGB terpilih menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). TGB menjabat sebagai Gubernur NTB selama dua periode, yaitu periode 2008-2013, dan 2013-2018.
Baca Juga: Gubernur NTB Minta Museum Geopark Rinjani Dan Tambora Selesai Sebelum WSBK
Ketua DPW Partai Perindo NTB, Lalu Athari Fatullah menyambut baik keberadaan TGB di posisi tersebut.
Menurutnya, posisi Ketua Pengurus Besar Nahdatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) itu membawa angin segar terutama bagi Perindo NTB.
Politisi muda ini mengatakan TGB KH Muhammad Zainul Majdi merupakan tokoh muda NTB yang hingga menjadi panutan masyarakat luas tidak terkecuali di NTB.
Sebagai gubernur yang terbilang sukses, TGB dinilai menjadi epicentrum politik.
"Kami senang dan menyambut baik keberadaan TGB HM Zainul Majdi di MNC. Ini menjadi energi positif buat Perindo NTB," ujar Lalu Athari kepada wartawan di Mataram Jumat (29/7).
DPW Perindo NTB saat ini sedang fokus menyelesaikan berbagai hal untuk menghadapi pemilu 2024 mendatang. Perindo NTB sudah menuntaskan persyaratan terkait verifikasi partai politik. Lagipula, partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu sangat mewarnai perpolitikan khususnya di NTB.
Berita Terkait
-
Anggaran Rp14 Miliar untuk 72 Mobil Listrik, Pemprov NTB Dikritik Lakukan Pemborosan
-
Tuan Guru Bajang Soal Syiah: Mereka Tetap Bagian Umat Islam, Jangan Mau Diadu Domba
-
Gubernur NTB Koordinasi dengan Dubes Timur Tengah Pastikan Keselamatan Warga
-
Viral 'Fatwa' Hukum Mendukung Real Madrid Halal, Barcelona Haram, Eks Gubernur di NTB Singgung Liverpool
-
TGB Bagikan Potret Kebakaran di Los Angeles dan Kondisi Jalur Gaza: Sama Tapi Berbeda
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
BRI KKB Expo 2026 Tebar Promo Kredit Kendaraan di 131 Lokasi Seluruh Indonesia
-
21 Penyu Hijau Korban Penyelundupan Dikembalikan ke Laut
-
Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Sukses Perkuat Dana Murah dan Tingkatkan Profitabilitas
-
Babak Baru Pengolahan Sampah di Bali, Danantara Bangun PSEL Rp3 Triliun
-
Bali Mulai Bangun Pabrik Sampah Jadi Listrik, Rp3 Triliun Pakai Teknologi 50 Negara