SuaraBali.id - Pemerintah Provinsi Bali gencarkan pemusnahan hewan yang terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Jadi target (penanganan PMK, red) secepatnya, maka untuk menghijaukan Bali ini target pertama dan segera adalah menuntaskan pemotongan bersyarat yang sisa 110 ekor di Buleleng," kata Sekretaris Daerah Dewa Made Indra, Jumat (22/7/2022).
Menurut Indra di hadapan Ombudsman RI Perwakilan Bali, ia menyebut dalam tiga hingga empat hari ke depan pihaknya akan mendeklarasikan Bali Hijau. Oleh karena itu akan dilakukan negosiasi dengan petani dan pemotongan bersyarat pada sapi terjangkit.
"Tinggal sekarang kita mencegah, dengan cara menyehatkan ternak sapinya dengan vitamin dan disinfeksi," katanya di ruang rapat Ombudsman Bali.
Selanjutnya, Ombudsman akan melakukan test and tracing. Upayanya adalah dengan melakukan pemusnahan di waktu yang sama saat ditemukan kasus positif.
Sementara itu, proses yang cukup lama di Buleleng terjadi karena munculnya ratusan virus di waktu singkat dan kesulitan pemerintah bersama Satgas PMK dalam melakukan negosiasi kepada ratusan petani hewan, sehingga prosesnya harus dilakukan dari hari ke hari.
Untuk mempercepat penghentian penyebaran virus yang menjangkit ternak kaki empat yang didominasi sapi ini, upaya pemerintah provinsi tak sebatas pemotongan hewan terjangkit atau terdeteksi, melainkan penghentian lalu lintas hewan dan produknya yang berpotensi menular.
"Sehingga perang kita dalam menangani virus adalah dengan memvaksinasi hewan, tetapi dari luar, semua pihak supaya menjaga pintu masuk ke Bali baik pintu resmi Pelabuhan Gilimanuk, Padangbay, Celukan Bawang, dan Benoa. Ada juga pelabuhan kecil dan tempat penyeberangan seperti Sangsit," ujar Sekda Bali Made Indra.
Menurut pihaknya apabila lalu lintas perjalanan ternak dan pemusnahan hewan terjangkit PMK dapat terkendali maka tugas pemerintah akan berkurang, dalam artian penanganan akan lebih diperketat dari dalam yaitu upaya vaksinasi.
Baca Juga: Lawan Persija di Liga 1 2022, Teco Anggap Bali United Kerja Keras Lawan Klub Besar
Vaksinasi dilakukan sebagai upaya pencegahan, namun ketersediaan vaksin yang masih terbatas sedangkan pembagiannya harus merata kepada 9 kabupaten/kota membuat tim harus menentukan prioritas penyuntikan, yaitu diupayakan bagi hewan ternak di radius 30 meter dari hewan terjangkit.
Selain pemberian vaksin, hewan-hewan terdeteksi dan berada pada radius sesuai ketentuan juga diberikan vitamin, pemerintah mengaku akan berupaya lebih cepat lagi agar tidak menimbulkan kerawanan atau kekhawatiran di masyarakat.
Kepada petani hewan yang terkena imbas dampak virus PMK, Indra menyebut hingga kini pemerintah masih menunggu regulasi pemberian kompensasi.
Ia menyadari kerugian secara materiil dirasakan warga yang menjadikan sapi atau ternak sebagai sumber pendapatan, namun demikian saat ini pemerintah Bali masih berupaya membantu warga dengan mencarikan pemotong hewan yang dapat memberi harga layak bagi ternak yang terjangkit PMK. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Legal Counsel Pertamina Raih Apresiasi Hukumonline di IHCSA 2026
-
Mantan Dankor Brimob Penyelenggara ICF di Bali Sukses Mendatangkan Pecinta cigar internasional
-
Solusi Renovasi Rumah Tanpa Beban dengan Promo Khusus Kartu Kredit BRI
-
Terdampak Rencana Penataan Tanah Abang, Warga Kampung Bali Bingung Cari Kontrakan Baru
-
Kenanga: Ketika Adat Bali Mengikat Cinta dan Membatasi Kebebasan Perempuan
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
BRI Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism Lewat MotoGP Mandalika 2026
-
Desa Adat Sade Bangkit dari Abu, 40 Rumah Adat Berhasil Dibangun Ulang
-
BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan, Jaga Mandalika Tetap Bersih saat MotoGP 2026
-
BRI Perkuat Reputasi Merek, Raih Posisi Teratas dalam Brand Finance Indonesia 100 2026
-
Aksi Dramatis Evakuasi Medis Pembalap Spanyol Pakai Helikopter di MotoGP Mandalika