Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 22 Juli 2022 | 06:23 WIB
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara (tengah) membawakan tarian Topeng Dalem Sidakarya pada ritual Pujawali Bakti Penganyar di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang, Kamis (21/7/2022). [Istimewa]

Keberadaan Pura Mandhara Giri Semeru Agung perpaduan antara Hindu Jawa dan Hindu Bali. Karenanya, setiap pelaksanaan Bhakti Penganyar upacara lainnya selalu dipadukan dengan pemkab/pemkot di Provinsi Jawa Timur

"Seperti hari ini Bakti Penganyar dari Pemkot Denpasar juga dilaksanakan bersama-sama dengan Pemkab Situbondo, Bondowoso dan Jember," katanya.

Di tahun 2022, lanjut Edy Sumianto, piodalan di Pura Mandara Giri Semeru akan berlangsung selama 11 hari, dimulai sejak Rabu (13/7) hingga Minggu (24/7).

Dalam rentang waktu itu, umat Hindu yang sebagian besar dari Bali silih berganti datang selama 24 jam untuk melakukan persembahyangan.

Baca Juga: 47 Tahun Buat Jukung, Pria Asal Jembrana Ini Ingin Permainan Tradisional Tetap Lestari

Sebelum menuju Pura Mandhara Giri Semeru Agung, rombongan Pemkot Denpasar  melaksanakan persembahyangan di Pura Rambut Siwi Jembrana, Pura Agung Blambangan Banyuwangi yang dilanjutkan dengan penyerahan sembako dan alat penunjang protokol kesehatan kepada pemangku setempat. (ANTARA)

Load More