SuaraBali.id - Dugaan penyiksaan kepada bocah yang ditemukan di Jalan Sidakarya, Denpasar, Bali terkuak. Pelaku diduga bernama Yohanes Paulus Maniek Putra alias Jo (39). Apa yang dilakukan terhadap balita berinisial N terbilang cukup sadis.
Bocah malang yang masih berusia 5 tahun itu tidak hanya dipukul berkali kali tapi juga disuruh push-up dan lari marathon sampai lemas seperti layaknya orang dewasa.
Bukan hanya itu bahkan pelaku memaksa untuk menekuk kaki korban supaya dilipat ke belakang kepala yang mengakibatkan paha kanan korban patah.
Sementara ibu kandung korban, yakni Dwi Novita Murti alias Novi terkesan membiarkan anak kandungnya disiksa oleh sang pacar.
Menurut Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana, pihaknya mengamankan ibu kandung dan pacar korban di rumah kosnya di Jalan Kerta Dalem Sari II No.8 Sidakarya Denpasar Selatan, Bali pada Rabu 20 Juli 2022 sekitar pukul 10.00 WITA.
Keduanya diamankan karena diduga menelantarkan korban N yang ditemukan warga dalam kondisi luka luka di pinggir jalan Bedugul Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Selasa 19 Juli 2022.
"Keduanya masih kami periksa," ungkapnya kepada beritabali.com – jaringan suara.com.
Sementara dari hasil interogasi terhadap pelaku Jo, ia mengakui perbuatanya karena kesal dengan bocah malang tersebut.
"Pelaku mengaku kesal terhadap korban yang tidak mau tidur dan jika ditanya tidak mau menjawab sehingga dianiaya," beber Kompol Made Teja.
Baca Juga: Bak Adegan di Film, Aksi Pencurian Brankas Libatkan Pecatan TNI AD di Buleleng
Selain itu, pelaku Jo mengaku menganiaya korban dengan cara memukul menggunakan tangan kosong ke arah perut sebanyak 2 kali. Perutnya korban juga dicubit.
"Pelaku memaksa korban untuk push up dan lari sampai lemas dan jatuh," ujarnya.
Kesadisan pelaku Jo tak berhenti sampai disitu. Ia juga menarik kaki korban lalu memaksa untuk menekuk kaki korban supaya dilipat ke belakang kepala. Akibatnya paha korban bagian kanan patah.
Penyiksaan terhadap korban semakin sadis lagi. Bocah yang saat ini masih dirawat di RS Wangaya Denpasar itu kepalanya dibenamkan ke sebuah ember hitam sebanyak 4 kali.
"Pelaku sudah menganiaya korban hampir 6 kali dengan cara menjambak rambut, memukul menggunakan sisir, menampar wajah, menendang pinggul korban," bebernya.
Berita Terkait
-
Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain
-
Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida