SuaraBali.id - Lockdown pengiriman hewan ternak ke luar daerah yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali imbas temuan penyakit mulut dan kuku (PMK) sapi berdampak pada peternak babi yang mengaku merugi karena penjualan daging babi merosot.
Bahkan menurut Peternak Hewan Monogastrik Indonesia (PHMI) Tabanan Bali ada indikasi menularnya wabah PMK ke Babi. Meskipun hal ini belum dikonfirmasi resmi oleh dinas terkait.
Ternak babi di Bali juga tidak bisa keluar Bali yang memaksa para peternak bermain di pasar lokal dan terjadi overpopulasi berdampak pada penurunan harga daging babi di Bali. Penurunan harga ini membuat peternak kelimpungan.
Hal ini disampaikan Koordinator Perkumpulan Peternak Hewan Monogastrik Indonesia (PHMI) Tabanan Bali, I Made Sukariyono alias Pak Deyon kepada wartawan di Tabanan, Bali, pada Kamis (7/7/2022).
"Secara otomatis serapan babi di Bali hanya bisa dilakukan oleh pemotor lokal. Terjadi penumpukan populasi berimbas pada penurunan harga yang akan terus turun karena penyerapan pasar lokal terbatas, sementara harga tertinggi dilapangan Rp 39-40 ribu per kilogram dari normalnya Rp 45 ribu," kata Pak Deyon
Kendati begitu, sejatinya ia mendukung upaya pemerintah dalam mencegah meluasnya PMK pada ternak.
"Kami mendorong pemerintah untuk serius melakukan penjagaan lalu lintas di setiap pengiriman," ucap dia.
Pak Deyon sebagai peternak mengaku merugi karena operasional dan biaya pakan terus berjalan sementara harga jual menurun. Karena pasar Bali 90 persen dikirim ke Jakarat dan kini hanya berhenti di pasar lokal.
"Dampaknya sudah dirasakan, harga Pokok Penjualan (HPP) peternak dan harga babi yang cenderung turun membuat peternak merugi. Misalkan 200 ekor babi, dikirim ke Jakarta 150 ekor untuk lokal 50 ekor," bebernya
Baca Juga: Ayah Mertua Happy Salma Menari Gunakan Topeng, Warganet Sebut Taksunya Terpancar
Pak Deyon mempertanyakan lockdown PMK Sapi juga turut diterapkan pada ternak babi. Namun apakah juga muncul PMK pada babi?
Baru-baru ini berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat babi di beberapa kabupaten di Bali yang terserang PMK dengan gejala kuku lepas dan melepuh, namun terkait positif PMK perlu keterangan resmi dari dinas terkait.
"PMK pada babi kami belum mendapat kejelasan dan maju ke dinas terkait mempertanyakan hal itu, tapi barusan kabarnya sudah ditemukan PMK pada babi," ujar Pak Deyon.
Pak Deyon sebagai peternak sudah jauh-jauh waktu melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan biosecurity ketat, melakukan penyemprotan disinfektan saat keluar masuk lalu lintas kandang.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tabanan, I Ketut Loka Antara mengaku bakal berkoordinasi dengan tingkat provinsi mengupayakan solusi bagi para peternak babi yang terimbas PMK.
Ia pribadi berpendapat bahwa Bali terlambat melakukan upaya preventif mencegah meluasnya PMK pada ternak sapi, sehingga pemerintah memberlakukan lockdown pengiriman yang ternak dan berdampak pada ekonomi peternak babi.
Berita Terkait
-
Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama
-
Ragam Seni Tradisional Bali Tampil di Festival Seni Budaya Badung 2026
-
Popularitas Kuliner Bali Mendunia, Ikan Tilapia Ini Berpeluang Jadi Menu Andalan Restoran
-
Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain
-
Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus
-
Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar
-
Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia
-
2 Orang Meninggal Tiap 5 Menit, Kemenkes Temukan 3 Varian Baru TBC di Indonesia