SuaraBali.id - M Jibran Janwannajihi (18) menjadi Calon Jamaah Haji (CJH) termuda asal Lombok Timur (Lotim) yang akan berangkat tahun ini. Hal ini disebabkan ia harus menggantikan sang ayah yang terlebih dahulu meninggal dunia karena positif covid-19.
“Harusnya tahun ini ayah berangkat bersama bunda, tapi tahun 2021 ayah menjadi salah satu korban meninggal dunia akibat covid-19,” kata Jibran memulai cerita kepada suara.com, (Selasa 21/6/2022).
Jibran melanjutkan, bahwa di matanya mediang ayahnya bukan hanya menjadi pahlawan bagi keluarga. Akan tetapi bagi orang lain, sebab sang ayah menjadi Tenaga Kesehatan (Nakes) di salah satu rumah puskemas di Lotim.
Menjadi nakes harus berjuang dan menjadi garda terdepan dalam memerangi pandemi covid-19. Saat berjuang, sang ayah gugur di tengah perjuangannya bersama para nakes lainnya.
“Waktu itu kalau gak salah, beliau orang pertama mengajukan diri untuk di vaksin karena beredar berita bohong tentang bahaya vaksin,” ungkap pemuda asal Dusun Bilasundung, Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Lotim.
Sekarang, Jibran meneruskan mimpi sang ayah untuk beribadah ke tanah suci bersama keluarga.
Bukan hanya itu ia juga menjadi tulang punggung keluarga dengan meneruskan usaha kecil-kecilan yang di bangun sang ayah.
“Ayah punya mimpi mau ibadah haji bersama ibu, hari ini saya wujudkan mimpi ayah untuk menjaga ibu dan menemani badah ke tanah suci,” akunya.
Gibran mengaku memilki dua orang adik. Untuk adik laki-lakinya duduk di bangku SD dan adik perempuan masih duduk di bangku SMP dari pasangan H Alwani (almarhum) dan Susiwati.
Melihat kedua adik-adiknya yang masih belia, Gibran harus terlihat tegar dan kuat. Meskipun rasa sedih dan kangen terkadang datang.
“Setelah ayah meninggal, saya sama ibu lanjutkan usaha mulai dari usaha sarang walet, bibit bawang merah, dan budidaya tempe,” katanya.
Tahun 2011 lalu ibundanya mendaftar bersama sang ayah. Seharusnya 2021 sudah berangkat berangat.
Namun akibat pandemi covid-19 jadwal keberangkatan harus tertunda. Tahun yang sama sang ayah meninggal dunia.
“Rasa sedih bercampur bahagia, tahun ini saya bersama ibu berangkat haji menggantikan sang ayah,” katanya.
Ia mematapkan hati berangkat ke tanah suci dan sudah mengurus segala dokumen yang dibutuhkan.
Berita Terkait
-
Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
-
Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar
-
Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam
-
Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam
-
Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern