SuaraBali.id - Meski sudah memasuki musim kemarau, namun sebagian wilayah di Indonesia masih tetap diguyur hujan. Walau begitu, masih ada wilayah di Indonesia yang mengalami cuaca ekstrem karena lama tidak diguyur hujan.
Dari pengamatan Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur (NTT) wilayah Rambangaru di Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur menjadi daerah paling ekstrem lantaran tidak ada hujan yang turun di wilayah tersebut lebih dari 80 hari.
“Di Rambangaru sudah 83 hari tanpa hujan,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTT Ryan Sudrajat seperti dikutip Digtara.com-jaringan Suara.com.
Lantaran itu, Rambangaru tercatat sebagai wilayah tertinggi di Indonesia untuk kategori ekstrem panjang.
Selain Rambangaru, menurut catatan BMKG Stasiun Klimatologi NTT, ada sejumlah wilayah lain di provinsi tersebut yang mengalami hari tanpa hujan dalam periode menengah hingga sangat panjang.
Tercatat ada dua wilayah di NTT yang masuk kategori hari tanpa hujan sangat panjang yakni, Desa Kamanggih, Kecamatan Kahaungu Eti di Kabupaten Sumba Timur yang sudah 53 hari tak ada hujan dan Desa Oemofa, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang selama 51 hari.
Kemudian, satu wilayah yang masuk kategori menengah yakni Dewa Tawui, Kecamatan Pinupahar, Kabupaten Sumba Timur dengan periode 11 hari. Lebih lanjut, Ruan mengemukakan, di NTT pada umumnya berada pada kategori hari hujan dan hari tanpa hujan sangat pendek yakni 1-5 hari.
Berdasarkan analisis curah hujan dasarian pertama Juni, sebagian besar wilayah NTT mengalami curah hujan dengan kategori rendah yakni 0-50 mm. Namun ada juga beberapa wilayah lainnya yang masih ada mengalami curah hujan tinggi dan sangat tinggi.
Dalam rinciannya, sebagian kecil wilayah di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara mengalami curah hujan dengan kategori tinggi yakni 151 mm hingga 300 mm.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Indonesia 16 Juni 2022, Awas Hujan Lebat Disertai Petir di Sumatera dan Pontianak
“Serta di sebagian kecil Kabupaten Sikka mengalami curah hujan dengan kategori sangat tinggi yakni 300 mm,” ujar Ryan.
Ryan mengungkapkan, selanjutnya prakiraan hujan dasarian ke depan pada umumnya rendah. Namun beberapa wilayah diprakirakan akan mendapatkan curah hujan menengah hingga sangat tinggi.
Untuk mengantisipasi adanya kebencanaan karena cuaca ekstrem, secara rutin BMKG Stasiun Klimatologi NTT akan terus menyampaikan informasi terkait iklim di wilayah NTT, sehingga bisa diketahui masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas X Halaman 173 Kurikulum Merdeka: Sisi Lain Kartini
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas VII Halaman 20 : Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
-
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 67: Salat dan Zikir
-
Bule Australia Aniaya Bule Inggris di Bandara Ngurah Rai Bali
-
7 Fakta Penangkapan Costinel Zuleam di Bali: Buronan Paling Dicari di Eropa