SuaraBali.id - Pembukaan rute penyeberangan Lombok-Bali pulang pergi (PP) dengan menggunakan kapal cepat peluang untuk menghidupkan dunia pariwisata sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.
"Terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah setempat termasuk Mataram sebagai ibu kota provinsi," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana kepada sejumlah wartawan di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (15/6/2022).
Menurutnya kapal cepat rute Lombok-Bali. Rute tersebut akan menghubungkan Senggigi di Kabupaten Lombok Barat dengan Nusa Penida dan Klungkung di Bali.
Untuk itu saat ini Mataram terus berbenah seiring pertumbuhan dan perkembangan kota serta memenuhi keinginan masyarakat agar kota menjadi ruang yang memberikan kebahagiaan bagi keluarga.
"Kita harus adaptif dengan perubahan ini, karena itu kebijakan pembukaan rute baru Lombok-Bali, kita juga harus siapkan apa yang bisa kita lakukan dengan potensi yang ada," katanya.
Ia meyakini dengan kondisi daerah yang aman, nyaman, stabil, serta masyarakat adaptif dengan berbagai perubahan bisa memancing para investor untuk berinvestasi di daerah ini.
"Dengan demikian, itu bisa menjadi ruang yang menjanjikan bagi para pelaku usaha di berbagai bidang," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Buron Hampir Tiga Tahun, Terpidana Kredit FIktif Mila Indriani Ditangkap di Bali
-
Mencicipi Donat Artisan yang Unik dan Autentik, Cita Rasa Bali di Setiap Gigitan
-
Baru 20 Tahun, Kadek Arel Resmi Jadi Anggota Exco APPI
-
BRI Peduli Dukung Komitmen Kelola Sampah Modern Melalui Dukungan Operasional
-
Update Klasemen BRI Liga 1 2025/2026 Usai Persebaya Surabaya Tundukkan MU
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia