SuaraBali.id - Seorang pria bule viral di media sosial lantaran menyebut soal sejarah Belanda datang ke Indonesia. Menurutnya hal kedatangan Belanda bukan untuk menjajah, melainkan untuk misi membangun perekonomian yang lebih baik.
Ia mengungkapkan pernyataannya itu lewat akun TikTok sang bule dengan nama akun @bapakbule.
Video tersebut pun viral dan dibagikan kembali di akun Instagram @viral6com.
Sebagaimana terlihat di akun TikToknya, bule tersebut memang kerap membagikan kegiatan tinggal di Indonesia lewat akun TikToknya.
Ia juga sudah cukup fasih menggunakan bahasa Indonesia.
Selain itu ia mempunyai ribuan followers di akun TikToknya. Kepada pengikutnya, bule tersebut mengaku berasal dari Negara Belanda.
Hal itulah yang memancing warganet menanyakan historis Belanda datang ke Indonesia.
"Orang Belanda tahu engga mereka pernah menjajah Indonesia?," tulis pertanyaan warganet.
Bule tersebut juga menanggapi komentar warganet lewat rekaman video. Dirinya mengaku bahwa dalam sejarah orang Belanda, datang ke Indonesia bukan untuk menjajah.
"Ya tahu lah. Tapi di buku sejarah orang Belanda kita datang untuk bantu negara ini, untuk ekonomi yang lebih baik dong, jadi itu engga benar," kata bule seperti dikutip Beritahits.id pada Selasa, (7/06/2022).
Klarifikasi
Di video lain, bule tersebut akhirnya membuat klarifikasi setelah mendapat komentar menohok dari warganet Indonesia.
"Guys, aku bukan maksud begitu. Tapi ada beberapa buku yang ditulis kayak gitu. Yang jelas aku nggak setuju sama sejarah Belanda. Dan aku pikir juga enggak ada yang setuju sama apa yang mereka lakuin. Jadi aku bilang lagi dari semua orang Belanda. Maaf atas semua kesalahan nenek moyang," ungkap bule.
Mengingat Kembali Masa Penjajahan Belanda dan Jepang
Sebelum merdeka, masyarakat Indonesia hidup dalam masa penjajahan kolonial Belanda dan Jepang. Masyarakat pribumi dijajah dan dijadikan budak di tanah kelahirannya sendiri, hingga pada 17 Agustus 1945 di bawah kepemimpinan Ir. Soekarno dan Bung Hatta Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaan.
Terlepas dari hari kemerdekaan, perlu juga tahu bagaimana beratnya masyarakat hidup di masa penjajahan kolonial dan Jepang agar bisa lebih menghargai, bersyukur sudah tidak lagi hidup di masa tersebut.
Masa penjajahan kolonial Belanda
Mengutip Ruang Guru, Senin (16/8/2021) bangsa kolonial menjajah Indonesia selama 350 tahun atau 3,5 abad lamanya. Selama itu pula banyak hal yang diubah dan diatur oleh bangsa Belanda dari pembukaan lahan, pembangunan infrastruktur hingga mengubah alat pembayaran.
1. Hutan Indonesia dibabat dijadikan perkebunan
Meskipun telah berkembang sebelum penjajahan, perkebunan di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup signifikan.
Adanya penambahan jumlah lahan untuk mengembangkan berbagai tanaman ekspor. Pemerintah Kolonial juga melibatkan perusahaan asing untuk berinvestasi di Indonesia. Hutan dibuka untuk pembukaan lahan perkebunan.
Akibat kolonial Belanda berfokus pada perkebunan ini, menyebabkan adanya perjanjian Politik Etis yang memberikan tiga keuntungan: 1) Irigasi, 2) Transmigrasi, dan 3) Edukasi.
Hutan-hutan di Sumatera Selatan dibabat dan diubah kegunaannya. Sebagian ada yang menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Ada juga yang menjadi lahan irigasi yang digunakan di sepanjang alirannya dimanfaatkan sebagai lumbung padi.
Salah satu bekas peninggalan yang paling nyata adalah saluran air Bendung Komering 10 di Kabupaten OKU Timur, untuk mengaliri lahan perkebunan dan pertanian.
2. Berdirinya Jalan Raya Pos
Herman Willem Daendels adalah sosok di belakang berdirinya Jalan Raya Pos, datang ke Batavia pada 5 Januari 1808. Sebagai Gubernur Jenderal, ia mendapat mandat untuk menjaga Hindia agar tidak jatuh ke tangan Inggris yang saat itu sedang berpusat di India.
Demi menjalankan misinya tersebut, ia memutuskan untuk membuka jalan dari Anyer (Banten) sampai Panarukan (Situbondo, Jawa Timur) yang panjangnya lebih dari 1.000 kilometer.
Proyek ambisius Daendels ini harus dibayar mahal oleh para pekerja dari kaum pribumi kala itu. Kaum pribumi dikatakan dipekerjakan secara paksa tanpa diberi upah.
Kini Jalan Raya Pos biasa disebut dengan Pantura (Pantai Utara). Salah satu jalan sentral yang sering dilewati pemudik. Walau begitu, Jan Breman mengatakan kalau proyek jalan ini menelan belasan ribu korban jiwa.
Sungguh ironis, di satu sisi, Daendels berjasa bagi pembangunan kita. Tapi di sisi lain, ia juga menelan banyak korban.
3. Menjadikan uang sebagai alat pembayaran
Masa penjajahan kolonial juga merupakan masa di mana kita pertama kali menggunakan uang sebagai alat pembayaran tenaga kerja. Namun dari segi strata sosial, rakyat kalah jauh dibanding kaum kolonial yang datang.
Pribumi yang sebelumnya birokrat harus tunduk kepada kompeni-kompeni ini. Para raja dan bupati, harus lengser karena sistemnya diubah. Kolonial lebih memilih gubernur jenderal, residen, bupati dalam sistem pemerintahannya.
Sisi baiknya, kaum pribumi yang selama ini terkotak-kotak oleh kerajaan, kini mulai bersatu sedikit demi sedikit, disatukan dalam identitas bernama Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI
-
Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu
-
Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock
-
Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar
-
Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern