Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 20 Mei 2022 | 11:26 WIB
Unggahan Ni Luh Djelantik soal bule pakai Tato Ganesha. [Instagram @niluhdjelantik]

SuaraBali.id - Kembali viral foto seorang bule perempuan yang menggemparkan jagat dunia maya lantaran memamerkan sebuah tato bergambarkan Dewa Ganesha di tubuhnya.

Hal ini pun mendapat sorotan dari pengusaha, politisi dan aktivis Bali, Ni Luh Djelantik. Menurutnya   yang diperbuat bule tersebut tak pantas.

Melansir dari unggahan Instagramnya @niluhdjelantik, ia menyebut jika para pembuat tato khususnya di Bali untuk memberikan edukasi kepada modelnya terlebih dahulu utamanya mengenai simbol-simbol agama yang dihormati.

"PESAN ini masukan untuk artis tato di Bali memberikan edukasi pada calon pelanggannya. Kami hormati karya seni tapi tolong letakkan pada tempatnya. Cari makan di Bali ya belajar dan dalami adat dan budaya kami. Silakan protes. Mbok hormati. It takes two to tango ya. Ingat letakkan posisi kalian di posisi kami sebelum berlomba menghakimi. Suksma," katanya.

Baca Juga: Pelajar yang Terseret Arus Di Pantai Kuta Ditemukan Sudah Menjadi Jenazah di Pinggir Pantai

Mengingat Dewa Ganesha dalam agama Hindu di Bali sangat disakralkan.

"Dewa Ganesha adalah Dewa Ilmu Pengetahuan, putra dari Dewa Siwa dan Ibunya adalah Dewi Parwati yang merupakan bentuk lain dari Dewi Durga.

Patung Dewa Ganesha sering kita temui di pintu masuk/pekarangan, dan masyarakat Hindu menghaturkan canang/sesajen setiap hari layaknya sanggah di rumah mereka," terangnya.

Karena alasan itulah, ia mengatakan apabila menggambar tato dengan gambar Dewa Ganesha tidaklah pantas. Terlebih dalam gambar terlihat, bule yang dijadikan model meletakkan tato gambar Dewa di bagian paha kanan

"Kami tidak mabuk agama namun kami menghormati dewa-dewa yang kami puja.

Baca Juga: Diduga Masih Ada di Bali, Miss Estonia yang Sebut Polisi Korupsi Kini Diburu

Menjadikan simbol Dewa Ganesha sebagai tato adalah sah saja. Jika dilukis diatas jidat kamu. Kalau kayak di foto ini sungguh tak pantas dan melukai hati umat Hindu," lanjutnya.

Load More