SuaraBali.id - Hingga saat ini persoalan harga minyak goreng tampaknya masih sulit untuk dikendalikan. Terutama minyak goreng curah.
Seperti halnya di Tabanan di wilayah pelosok, harga minyak goreng curah per liternya mencapai Rp20 ribu.
Hal ini diketahui setelah adanya sidak dari Polsek Selemadeg Barat, dimana didapati harga minyak goreng pasca-Lebaran yakni, minyak goreng curah Rp20 ribu per liter.
Sedangkan minyak goreng kemasan bervariasi mulai dari 25 ribu hingga 52 ribu.
“Soal harga masih sulit. Sudah ada penetapan harga eceran tertinggi. Tapi soal biaya angkut ini yang masih belum diperhitungkan,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrain (Kadis Perindag) Tabanan I Putu Santika sebagaimana diwartakan beritabali.com - jaringan suara.com.
Ia menyebutkan, sudah mendapatkan gambaran harga eceran tertinggi dari Kementerian Perdagangan untuk minyak goreng curah, ditambah dari Kementerian Perindustrian. Saat ini pemerintah pusat menetapkan harga eceran tertinggi minyak goreng curah Rp14 ribu per liter.
“Kami di daerah, tidak bisa berbicara banyak,” ujarnya.
Kecamatan Selemadeg Barat berada di batas wilayah Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana. Sementara agen minyak goreng curah berada di Kota Tabanan.
Jarak antara Kota Tabanan hingga Kecamatan Selemadeg Barat bisa mencapai satu jam lebih perjalanan dengan kendaraan roda empat.
Baca Juga: Rumah Warga di Tabanan terbakar Akibat Korsleting, Bagian Dalam Hangus Tak Tersisa
“Masyarakat di Selemadeg Barat masih memproduksi minyak kepala secara tradisional, karena di sana banyak pohon kelapa,” ujar Santika.
Adanya produksi minyak kelapa ini bisa mengurangi konsumsi masyarakat terhadap minyak goreng curah yang bahannya dari kelapa sawit.
“Minyak goreng kelapa yang diproduksi secara tradisional harganya juga lumayan mahal, bisa lebih dari Rp 50 ribu per liternya,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun
-
Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila
-
Mabuk Arak Bali, Dikira Begal! Kakak Adik di Bekasi Dipukuli Warga Sambil Pelukan
-
Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang
-
Hadiri Miss Equality World, Arya Wedakarna Dipanggil Badan Kehormatan DPD
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus