SuaraBali.id - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali menyayangkan aksi tarian ibu-ibu yang diunggah di media sosial TikTok dan menjadi kontroversi. Tarian itu dinilai dilakukan tidak pada tempatnya atau di areal suci.
Ibu-ibu tersebut menari di Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali. Dalam video viral tersebut terlihat ibu-ibu itu menari dengan busana adat putih kuning.
Ketua PHDI Bali Nyoman Kenak, mengatakan bahwa sepintas tarian tersebut kelihatan seperti tari rejang, namun tiba-tiba, menurut dia, ada bagian yang menunjukkan goyangan cenderung erotis.
"Tarian yang tidak terkait dengan ritual ‘’ngayah’’ seperti misalnya tarian Rejang yang sering terlihat di Pura, goyangan sedikit erotik ibu-ibu di areal Pura, kami sangat menyayangkannya," ungkap Nyoman Kenak saat dikonfirmasi pada Minggu (8/5/2022).
Video yang viral tersebut menjadi kontroversi di masyarakat. Kata Kenak, dari tanggapan netizen bisa dilihat bahwa konten tersebut tidak pantas.
"Keberatan netizen itu menggambarkan bahwa tarian model begitu, yang dibuat untuk konten aplikasi, tidaklah pantas dilakukan di areal pura," ujarnya.
Nyoman Kenak berpesan bahwa kejadian ini perlu mendapat renungan dan introspeksi diri dari umat Hindu.
"Karena umat Hindu yang mengetahui batas-batas mana yang boleh dan pantas, serta mana yang tidak boleh dan tidak pantas, seharusnya tidak dilakukan," ujar dia
"Tidak mungkin membebankan semua hal itu pada Bendesa dan Prajuru atau Pecalang, karena mereka juga tidak 24 jam ‘’mekemit’’ di Pura," imbuhnya.
Baca Juga: Sebelum Jatuh dari Ketinggian 50 Meter, Bule di Kuta Selatan Diduga Lakukan Hal Ini
Ia mengajak umat Hindu untuk bisa membedakan mana yang boleh dan pantas dengan yang tidak boleh dan tidak pantas dilakukan di areal pura. Apalagi wisatawan-wisatawan asing dan domestik yang notabene bukan semeton Hindu.
Selain bisa dilakukan oleh wisatawan asing maupun nusantara, potensi hal serupa juga dilakukan oleh umat Hindu sendiri yang seharusnya lebih tahu dan menjaga kesucian areal pura kita.
"Dengan terbatasnya informasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di areal pura dan tempat serta simbol suci lainnya, maka kejadian seperti ini ke depan berpotensi makin banyak terjadi," paparnya.
Kenak mengimbau, sesama umat Hindu dari berbagai lembaga, seperti Pengempon dan penyungsung pura, desa adat, dadya, pesemetonan, organisasi Hindu harus sama-sama introspeksi. Memperluas edukasi tentang bagaimana simbol dan tempat suci Hindu di Bali.
"Mesti kita jaga dari perilaku yang tidak sesuai dan tidak pantas. Dan untuk mengembalikan kesucian tempat-tempat suci itu dari perilaku yang tidak pantas dan bisa ngeletehin, mencemari kesuciannya, para pelaku mesti ngaturang upacara seperti guru piduka dan ritual lain yang diperlukan, sebagai sanksi dan kewajiban atas kesalahannya," ungkapnya.
"Mari kurangi menghakimi mereka yang perilakunya kurang tepat, tapi menyadarkan dan mengajak kembali menghargai dan menjaga kesucian tempat suci umat Hindu secara sadar dan bertanggung jawab. Kalau edukasi terus ditingkatkan, ke depan kejadian-kejadian seperti ini bisa berkurang," pungkas Kenak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Ingin Glowing Saat Menikah? Dokter Kulit Ungkap Rahasia Perawatan Wajib 6 Bulan
-
Pegawai BPS Asal Sleman Ditemukan Tewas Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak Bali
-
Polisi Ungkap Motif Mengejutkan Bocah Lompat dari Lantai 3 di Denpasar
-
Tak Gentar Meski Skuad Pincang, Johnny Jansen Bocorkan Kunci Kemenangan Bali United
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas