SuaraBali.id - Seorang wisatawan tertipu agen perjalanan wisata Komodo Experience di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Wisatawan tersebut bernama Frans Setiawan yang merugi Rp 46 juta lebih.
Ia bersama anggota keluarganya yang berjumlah 16 orang awalnya hendak berwisata ke Labuan Bajo dan memesan agen travel Komodo Experience.
"Semoga tidak ada korban lainnya lagi, pelaku ditangkap, dan uang kerugian dikembalikan," kata Frans ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Senin (3/5/2022).
Ia sudah melakukan pelaporan ke Kepolisian Polres Manggarai Barat dengan nomor STTLP/106/IV/2022/NTT/Res Mabar.
Ia sudah melakukan pelunasan biaya untuk perjalanan empat hari tiga malam pada Jumat lalu ke Rizky Saputra yang mengaku sebagai pihak Komodo Experience.
Frans percaya pada Rizky karena lima tahun lalu pernah melakukan perjalanan wisata ke Labuan Bajo menggunakan jasa Rizky dan orang tuanya dengan hasil yang memuaskan.
Namun sungguh tak disangka usai pembayaran biaya perjalanan, pihak agen perjalanan tidak mengunjungi mereka. Berbagai alasan pun diberikan oleh pelaku.
Agen perjalanan wisata itu pun tidak menjemput rombongan keluarga yang akan melakukan wisata hingga Sabtu.
Akibat kondisi itu, Frans curiga dan meminta hotel untuk menghubungi pihak kapal Lamborajo yang diketahuinya menjadi kapal wisata mereka.
Namun, dia kaget dengan penuturan pihak kapal, bahwa dia dan keluarga tidak masuk dalam daftar tamu pada kapal tersebut.
Sedangkan Rizky telah lama buron karena sering menipu wisatawan.
Frans kini menanti penanganan kasus penipuan yang dia alami oleh pihak kepolisian. Dia ingin pelaku segera ditangkap dan uang tersebut dapat dikembalikan.
Dia juga berharap tidak ada lagi kasus penipuan oleh agen perjalanan wisata di Labuan Bajo seperti yang dia alami beberapa waktu lalu. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Waspada Sindikat Transnasional: Jangan Tergiur Janji Manis Kerja di Luar Negeri
-
Polda Metro Jaya Diminta Usut Dugaan Penipuan Rp3 Miliar
-
Kisah Anak-anak di Wae Moto: Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah
-
Waspada Quishing, Modus Penipuan Baru via Scan QR Code yang Bisa Menguras Rekening
-
Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Proyek Rumah Sakit di Denpasar Terbakar, 2 Korban Dirawat Intensif
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih