SuaraBali.id - Sembilan orang mahasiswa Universitas Mataram (Unram) mengenakan almamater terlihat sibuk menulis beralaskan pahanya di tengah situasi demo mahasiswa serentak, Senin (11/4/2022).
Mereka mengambil posisi di jalan Udayana, Mataram tepatnya di depan kantor Imigrasi. Ternyata mereka tengah melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS).
Sembilan orang mahasiswa ini diketahui berasal dari Fakultas Peternakan Unram. Mereka memilih melaksanakan UTS di jalanan karena tetap ingin terlibat dalan unjuk rasa.
"Biar nilai bagus juga. Biar gak dibilang sok-sokan aksi tapi lupa kuliah," kata salah satu mahasiswa yang bernama Perdi Febri Hakim.
Ia beserta teman-teman baru menginjak semester dua di fakultas peternakan. Oleh karena itu ia ingin menjaga nilainya bagus sejak tahun pertama
UTS yang tengah dikerjakan saat unjuk rasa tersebut kebetulan mata kuliah Kewarganegaraan. Menurutnya itu sesuai dengan tujuan unjuk rasa.
"MK Kewarganegaraan. Mungkin ini sekaligus bentuk implementasinya," ucap Perdi.
Ia sendiri menyayangkan dosennya tidak memberikan toleransi terkait akan diadakannya unjuk rasa serentak. Namun ia masih bernafas lega karena UTS yang dijalani tidak diharuskan di dalam ruangan.
Hal tersebut sedikit memudahkannya bersama teman-temannya untuk tetap ikut berpartisipasi.
Baca Juga: Lalu Lintas di Jalan Pejanggik Mataram Padat Akibat Demo Mahasiswa 11 April 2022
"Dikumpulkan dengan scan. Kirim scan, sudah, selesai. ikut aksi lagi," kata Perdi sambil tersenyum.
UTS Kewarganegaraan tersebut dikerjakan dalam waktu satu jam. Lantaran dosennya sendiri memberikan batas pengumpulan siang.
Paginya juga ia sempat menjalani UTS yang dimulai pukul 08.00 Wita. Setelah menjalani UTS di pagi hari itu kemudian ia beranjak ke jalan Udayana bersama teman-temannya.
"Pulang UTS kan jam 10, baru nyusul ke lokasi aksi," jelas mahasiswa semester satu tersebut.
Kontributor: Abdul Goni Ilman Kusuma
Tag
Berita Terkait
-
PSIM Yogyakarta Dapat Kabar Gembira, Cedera Dua Pemain Asing Tunjukkan Perkembangan Positif
-
Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan
-
Aliansi Mahasiswa Demo di DPR Tolak BoP dan Serukan Lawan Imperialisme, Ribuan Polisi Disiagakan
-
Kicak dan Lorong Sempit Kauman Penjaga Memori Kuliner Mataram Islam
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Polisi Ungkap Motif Mengejutkan Bocah Lompat dari Lantai 3 di Denpasar
-
Tak Gentar Meski Skuad Pincang, Johnny Jansen Bocorkan Kunci Kemenangan Bali United
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel